Solusi Pinjaman Tanpa Riba Berbasis Komunitas

Saya pernah baca tulisan mas Saptuari; -seorang pengusaha dan penggiat anti riba-. Beliau menawarkan sebuah ide yang bisa dijadikan sebagai salah satu solusi pinjaman tanpa riba di tengah-tengah masyarakat.

Berikut langkah-langkah yang beliau sebutkan:

1. Kumpulkan 10 orang yang akan menjadi anggota Kelompok Permodalan (PokDal). Tapi jangan asal pilih, harus yang sevisi, punya komitmen dan attitude yang baik.

Kalau salah satu anggota statusnya punya usaha, maka harus terbukti usahanya eksis dan berjalan. Akan lebih bagus lagi kalau anggota semuanya tinggal di satu kota agar bisa intens pertemuannya.

Sebagai Solusi Pinjaman Tanpa Riba Yang berbasis Komunitas, Harus Pandai-Pandai Mencari Anggota Yang Sevisi Dan Kompeten

2. Setelah itu bikin group WA atau Telegram yang jadi tempat kumpul online untuk membahas ketentuannya dan mastermind bisnis juga. Kalau ada acara kumpul bersama di rumah salah satu anggota maka tuan rumah yang menjamu, kalau kumpul di satu tempat makan, bayar sendiri-sendiri. Biasakan mandiri dan gak cari gratisan!

3. Kemudian pilih seorang ketua, bendahara dan sekretaris. Bergilir misal tiap tahun ganti kepengurusan.

4. Selanjutnya bikin satu rekening bersama, yang bisa diakses oleh semua anggota. Dalam 24 jam dana terpantau bersama.

5. Bikin kesepakatan, dari 10 orang ini tiap bulan ada simpanan wajib. Nilainya disepakati. Bisa 200 ribu, 500 ribu, atau 1 juta. Nilainya harus sama, semakin besar semakin bagus, asal tidak memberatkan anggota lainnya.

6. Misalnya 1 orang simpanannya disepakati 1 juta/bulan. Maka dalam 1 bulan terkumpul 10 juta, 2 bulan ada 20 juta, 3 bulan 30 juta, 4 bulan 40 juta, 5 bulan 50 juta dan seterusnya..

7. Bikin aturan main, hanya anggota PokDal yang boleh meminjam dana. Kebutuhan dana juga ditentukan: untuk modal usaha jangka pendek dan untuk pinjaman darurat. Tidak boleh dana dipinjamkan untuk kebutuhan konsumtif, misalnya beli motor baru atau HP baru..

8. Pinjaman Modal Jangka Pendek (PinMoJaPe) diberikan kepada anggota untuk modal bisnis dalam waktu maksimal 2 bulan. Akadnya bisa pinjam murni tanpa bagi hasil (pinjam 10 juta dalam sebulan kembalikan 10 juta juga), atau

dengan pinjam modal investasi akad syirkah mudharobah (bagi hasil) 30% dari total keuntungan. Jadi misal ada anggota menggunakan dana 10 juta untuk mengerjakan sebuah proyek, dalam waktu dua bulan untung 5 juta.. Maka yang 1,5 juta diberikan bagi hasilnya ke Pokdal, modal yang 10 juta juga dikembalikan. Asetnya nambah kan jadinya.

Kalau rugi?
Jika rugi karena bukan kelalaian pengelola maka dana dianggap total hilang dan kerugian ditanggung bersama semua anggota.

Jika rugi karena kelalaian pengelola? bisa disepakati modal dikembalikan dalam bertahap, tentu tanpa bunga, tanpa denda, tanpa provisi, tanpa pinalti.

Dengan Solusi Pinjaman Tanpa Riba Ini Setiap Anggota Tidak Dikenakan Denda Atau Penalty

Ini harus disepakati bersama, peminjam pun wajib berkomitmen agar usahanya bener-bener dikelola dengan baik agar tidak merugi. Proposalnya harus jelas dengan perhitungan yang matang untuk didiskusikan di group PokDal itu.

Sisi positifnya adalah anggota jadi tidak “menggampangkan” (aaah dapat modal nih, kalo rugi kan modal dianggap hilang!). Mental kayak gini yang bakal merusak PokDal. Ada sisi positif untuk bertanggungjawab penuh.

Agar lebih aman dan berprinsip hati-hati bisa dibuat aturan, bagi peminjam maksimal nilainya 2 kali dari uang yang sudah disetor. Jadi misal dalam setahun sudah setor 12 juta, maksimal pinjamnya 24 juta.

9. Pinjaman Darurat (PinDar) bisa diberikan untuk anggota jika butuh dana kesehatan, misal keluarga ada yang sakit butuh dana 3 juta, maka dana dipinjamkan dan diberi kesempatan 1 bulan untuk mengembalikan. Bisa juga uang hasil usaha dari mudharobah tadi dikumpulkan, jika ada anggota yang darurat bisa diberikan sebagian sebagai santunan.

10. Jika seluruh anggota berkomitmen dan tertib, dalam setahun 120 juta uang terkumpul, belum dari hasil mudharobah tadi. Makin lama makin banyak dana yang tersimpan.

11. Jangan menambah anggota di tengah jalan, karena ini bukan bank atau koperasi yang berlomba menambah nasabah dan anggota. Pegang komitmen 10 orang ini agar tidak ribet dalam pengelolaannya.

12. Jika ada anggota yang mulai tidak komit, pertemuan gak pernah datang, selalu pasif, atas kesepakatan bersama maka anggota tersebut bisa ditawarkan untuk mengundurkan diri. Kembalikan semua uang yang sudah dia simpan. Total 100 % tanpa bunga, denda atau potongan.

13. Jika mau mencari anggota pengganti agar genap lagi 10 orang, maka anggota baru tersebut harus memiliki visi yang sama, jangan asal comot, dan bersedia untuk menyimpan pinjaman yang kalau ditotal sama dengan anggota lama.

Ini Bisa Menjadi Solusi Permodalan Tanpa Riba Setiap Anggota Yang Ingin Membuka Usaha

14. Jika ini bisa tertib, dalam 5 tahun PokDal ini akan punya dana senilai 600 juta, dalam 10 tahun ada 1,2 Milyar dan terus diputar kepada 10 anggotanya. Terus dan terus membesar!

15. Bisa disepakati juga, misalnya tiap tahun 10% dana yang terkumpul disedekahkan untuk modal kerja duafa di luar anggota, bisa juga untuk anak-anak panti asuhan dibuatkan usaha. Biar Pokdal ini juga punya kemanfaatan bagi masyarakat sekitar.

Bayangkan jika di satu kota ada ratusan bahkan ribuan PokDal, saling support, saling bantu, saling mendoakan..

Ini keren! Gak ada yang terjerumus kepada pinjaman riba atau bahkan ke rentenir jalanan yang bunganya nyekek leher bikin sesek di dada. Karena solusi pinjaman tanpa riba yang dibutuhkan oleh umat Islam khususnya ini telah tersebar luas di masyarakat.

Juga jangan lupa berdoa, bersedekah juga dimuka, minta pada Allah agar dipertemukan dengan orang-orang yang sevisi agar bisa maju bersama di PokDal ini.

Namun jangan terburu-buru berburu anggotanya, harus lihat latar belakangnya, kalau perlu datangi tempat usahanya, wawancara tentang visi hidupnya. Jelaskan aturan mainnya.

Bagaimana, berani mencoba salah satu solusi pinjaman tanpa riba ini??

solusi pinjaman tanpa riba

Bagikan