Solusi Bagi PNS (P)engen (N)gelunasi (S)isa Utang

Saya pernah dapat kiriman dari seorang teman di Karawang, tentang headline koran lokal “GAJI GURU PNS SAMPAI MINUS” dengan gambar orang yang seluruh tubuhnya terbelit utang.

Ngerii..!

Terus ada juga kawan saya seorang mantan wartawan di Pekalongan mengirimkan video dokumenter buatannya, tentang seorang bapak pensiunan guru yang harus mengayuh sepeda pulang pergi sejauh 34 KM dari jam 12 malam ke loket pengambilan uang pensiun demi bisa mengantri lebih awal di waktu subuh.

Apakah uang yang diterima oleh pensiunan itu utuh? Tidak.. Uang pensiun yang ia terima adalah 3,9 juta tapi ia hanya mendapatkan sisa 395.000. Ini karena tiap bulan dia harus membayar utang ke lembaga keuangan sebesar 3,5 juta x 60 bulan = 210 juta. Padahal uang yang diterima hanya 80 juta yang katanya dulu untuk beli sawah.

Siapapun yang melihat video itu pasti akan merasakan nyesek di ulu hati. Beneran.. Baik yang gak punya utang, yang masih punya utang, maupun yang masih kerja di tempat ngutangin uang. Pasti dalam hati kecil kita semua bilang ini gak adil dan dzalim! Ada yang salah di sistem keuangan di negeri ini yang berdampak dahsyat hingga ke level masyarakat bawah..

Allah SWT telah berfirman:
“Allah memusnahkan RIBA dan menyuburkan sedekah. Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran dan bergelimang dosa.” [QS. Al-Baqarah: Ayat 276].

Nabi Muhammad SAW juga pernah bersabda:
“Jauhi 7 perkara yang membinasakan (membawa pada kehancuran), yaitu diantaranya… memakan RIBA” [HR Bukhari 2766 & Muslim 89].

Kawan, tau kah kalian jeritan kawan-kawan PNS yang curhat tersebut ternyata intinya sama:
“Saya ingin bebas dari semua utang mas!”
“Saya kapok mas! Kerja tapi gak pernah nerima gaji!”
“Saya siap kembali ke nol mas! Ampun deh ngikutin gaya hidup pamer di kantor!”
“Wis kapok mass.. kapok! Hidup siang malam kok hanya mikirin cicilan.. kerjaan saya malah gak bener jadinya!”

Sebenarnya saya sudah sering bahas solusinya, dan kuncinya hanya satu: mau nggak kita menjalaninya?

Berat? Ya berat laah!
Berdarah-darah? Jelass.. pasti dramatis!
Bikin malu? Tentu! Tapi yang pasti gak malu-maluin di depan ALLAH..

TAUBAT
Yang pertama harus dilakukan jelas minta ampun sama ALLAH SWT karena kita sudah melanggar aturan-Nya dengan bermain riba. Pokoknya bertaubat dengan sebenar-benarnya. Kejar ampunan ALLAH. Pada titik ini gak usah nyari solusi dulu, kejar ampunan ALLAH agar pintu-pintu kemudahan nanti Allah bukakan.

Kita memantaskan diri sebagai hamba yang penuh dosa dan minta belas kasihan serta ampunan dari Tuhan yang menciptakan kita.. Inilah level paling atas.

BERAZZAM
Artinya berniat dengan sangatt sungguh-sungguh untuk bebas dari utang dan riba! Di titik ini kalau niat kita sudah begitu kuat maka akan timbul perasaan jijik dari dalam diri terhadap utang riba itu sudah pada level seperti jijik melihat babi dan khamar.

Kan semua hal tersebut jelas-jelas diharamkan oleh ALLAH, yang punya langit dan bumi ini. Maka pilihannya hanya satu; kita taat dan patuh pada aturan itu! Baca lagi Quran Surat Al Baqarah 275. Apa kita masih mau ngeyel sama aturan ALLAH?

Setelah pada tahap berazzam ini banyak orang yang mengirimkan testimoni bahwa mereka mulai merasakan keajaiban dan kemudahan. Ketika sudah punya niat yang kuat dan mantab untuk meninggalkan riba maka satu demi satu pertolongan Allah itu datang.

Rasulullah SAW pernah bersabda:
“Allah akan bersama (memberi pertolongan pada) orang yang berhutang (yang INGIN MELUNASI hutangnya) sampai dia melunasi hutang tersebut, selama hutang tersebut bukanlah sesuatu yang dilarang oleh Allah.” [HR. Ibnu Majah no. 2400].

***

Bersambung ke artikel selanjutnya “Solusi Bagi Para PNS (Bag. 2)

Bagikan