Sifat Uang (Bagian Yang Ke Tiga)

UANG ITU NUMPANG LEWAT

Ya, sifat uang yang ke tiga itu adalah uang hanya NUMPANG LEWAT.

Game simple saya kali ini, coba deh, Anda berhenti membaca postingan ini sejenak, lalu Anda ambil uang kertas Anda di dompet, lalu baca tulisan kecil di bagian bawahnya…

Udah? udah di baca?

Oke, kalau malas ambil uang, saya tulis ulang disini, tulisannya kira-kira begini:

“DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, BANK INDONESIA MENGELUARKAN UANG SEBAGAI ALAT PEMBAYARAN YANG SAH DENGAN NILAI …”

Itu artinya, dari dibuatnya uang itu tujuannya memang dibuat untuk NUMPANG LEWAT, bukan untuk disimpan. Yaitu sebagai alat pembayaran. Kalau Anda menyimpan uang kelamaan, maka ia keluar dari sifat aslinya dan nilainya juga turun.

Coba Anda tanya kakek atau Orang tua Anda, dulu uang 5.000 rupiah dapat apa? bisa buat beli apa? Maka jawabannya mungkin akan diluar dugaan Anda sebelumnya.

“Terus, kalau mau nabung, gimana mas Afik?”

Pertanyaan yang bagus! Saya pun nabung. Tapi kalau saya baru dapat uang, nabungnya beli emas (bukan emas perhiasan, tapi emas batangan).

Kalau misalnya biaya umroh hari ini sekitar 20an juta, kalau dirubah kedalam bentuk emas jadi sekian gram. Maka 10 atau 20 tahun kemudian yang biaya umrohnya nggak 20juta lagi, tapi kalau dalam bentuk emas, biayanya relatif masih sama. Itulah sifat dari emas, cenderung stabil nilainya. Tidak fluktuatif apalagi turun terus seperti uang kertas dan uang koin..

Kemudian, yang paling penting jangan lupa untuk menggunakan uang untuk tujuan ibadah dan amal sholeh seperti kewajiban zakat, sedekah, infak, wakaf, dan sebagainya.

Jadi kesimpulannya, karena uang cuma numpang lewat, jangan terlalu berusaha keras untuk menahannya…

Sebaiknya:
– Kalau ketemu kotak amal, masukin…
– Kalau ketemu anak yatim, santunin…
– Kalau mau nabung, ubah bentuknya jadi emas…
– Kalau orang tua butuh, transfer…
– Kalau kawan sakit, bantuin…

Ingat, uang itu relatif. Tergantung siapa ‘tuan’ nya. Jika Anda orang baik maka manfaatkanlah uang Anda untuk banyak melakukan kebaikan dan menebar manfaat yang seluas-luasnya..

Tapi jangan boros ya, bukan berarti “Easy come, easy go” (gampang masuknya, gampang juga keluarnya). Itu istilah lain dari BOROS. Yang bener itu, “Easy Come, Easy GROW” (Gampang masuknya, gampang tumbuhnya).

Jadi jangan takut lagi untuk punya uang banyak, karena semakin banyak uang yang Anda punya, semakin luas manfaat kebaikan yang bisa Anda berikan…

Misalkan saat Anda punya uang 2 juta, Anda bisa jadi donatur di sebuah Panti Yatim. Tapi kalau uang Anda 2 Milyar, Anda bisa bikin Panti sendiri, dan juga bisa menginspirasi orang lain juga untuk bikin panti asuhan lagi…

Siap praktek?

@Afik canggih

Bagikan