Pengertian Perumahan Syariah

Pengertian Perumahan syariah adalah skema kepemilikan rumah dengan menggunakan akad yang sesuai dengan syariah. Sehingga pada dasarnya, perumahan ataupun properti syariah bukanlah konsep hunian atau perumahan yang ada:

– masjid Jami’
– sekolah tahfidz
– arena memanah
– area berkuda
– play ground
– taman hijau
– dan ada juga sebagian developer yang menyediakan kolam renang yang dipisah untuk laki-laki dan perempuan.

Tapi istilah perumahan syariah yang umum dihunakan adalah lebih kepada akad kepemilikan atau pembelian unit rumahnya yang sesuai dengan syariat dalam Islam.

Namun begitu, tetap ada juga beberapa developer properti syariah yang selain menerapkan sistem atau akad kepemilikan dan pembelian rumahnya yang sesuai islami, mereka memang membangun kawasan hunian syariah lengkap dengan berbagai fasilitas syariah tersebut di atas.

Apa Yang Membedakan Antara Perumahan Syariah Dan Konvensional?

Hal dasar yang membedakan perumahan syariah dengan perumahan konvensional adalah pada aspek akad serta skema bisnis.

Dalam pengertian perumahan syariah, pembeli dapat membeli rumah pada pihak developer syariah secara langsung tanpa ada pihak ketiga seperti yang terjadi pada akad konvensional, sehingga transaksi yang terlibat adalah murni transaksi bisnis jual beli, baik secara kredit maupun cash.

Selain itu, saat calon pembeli hendak membeli sebuah rumah, rumah tersebut akan bersifat indent. Sehingga ini bisa jadi fasilitas tersendiri bagi pembeli yang ingin melakukan customize sendiri desain rumah yang dipesan. Pada developer syariah, sistem ini dikenal dengan sebutan isthisna, yaitu sistem pesan bangun.

Namun beberapa developer properti syariah ada juga yang menyediakan perumahan yang sudah ready stock. Dan calon pembeli juga bisa memilih apakah hendak membeli dengan cara kredit ataupun cash. Serta saat melakukan akad, bisa disepakati satu harga yang dipilih dan nilainya tidak akan berubah-ubah atau flat.

Pembelian Unit Pada Perumahan Syariah Lebih Aman Dan Tenang Di Hati

Selain itu, pembelian pada perumahan syariah juga lebih aman. Yang pertama karena pihak developer syariah sudah menerapkan skema tanpa denda.

Artinya jika karena suatu alasan tertentu pembeli tidak dapat membayar cicilan di bulan berjalan, maka pembeli harus memberitahu developer agar developer bisa memberikan kebijakan tertentu yang terbaik bagi kedua belah pihak. Dengan begitu maka tidak akan ada penalti atau denda dalam bentuk apapun.

Kemudian skema tanpa sita, adalah jika pembeli tidak bisa melanjutkan cicilan pelunasan rumah yang telah dibeli tersebut, maka pihak developer tidak akan serta merta menyita rumah karena hal ini termasuk dalam akad bathil.

Solusinya adalah antara pembeli dan developer akan duduk bersama mencari solusi. Misalnya pemilik / pembeli rumah meminta pihak developer untuk menjual rumah yang telah dibeli tersebut dengan harga jual yang disepakati bersama. Setelah itu hasil penjualan digunakan terlebih dahulu untuk melunasi sisa hutang pembeli kepada developer, dan sisanya dikembalikan kepada pihak pembeli.

Atau bisa juga developer akan meminta pembeli untuk membantu menjualkan unit rumah yang lain yang dimiliki developer agar marketing fee dapat digunakan untuk membantu membayar cicilan tersebut.

Dengan berbagai sistem akad pada perumahan syariah tersebut di atas, kita sebagai konsumen atau calon pembeli tentu akan lebih terbantu untuk memilih dan bisa memiliki rumah dengan perasaan tenang, dan yang pasti lebih berkah karena sesuai dengan syariat Islam.

Dengan skema ini juga jelaslah bahwa dalam pengertian perumahan syariah pihak pembeli bertransaksi secara langsung dengan developer tanpa adanya pihak ketiga (Bank). Dan juga rumah yang sudah dibeli misalnya secara kredit pun bisa langsung menjadi milik pembeli tanpa adanya agunan atau jaminan pada saat dilaksanakan akad jual beli.

pengertian perumahan syariah

Bagikan