Benarkah Allah Yang Ciptakan Kemiskinan?

Sebelum kita bahas lebih lanjut, coba isi titik-titik di bawah ini dan mohon dijawab dengan jujur..

1. Allah menciptakan tertawa dan …………… ??
2. Allah itu mematikan dan …………… ??
3. Allah itu menciptakan laki-laki dan …………… ??
4. Allah itu memberikan kekayaan dan ……………. ??

Sekarang coba lihat bagaimana jawabannya..

Saya yakin kita bisa menjawab sebagian besar dari pertanyaan tersebut di atas dengan benar. Kecuali jawaban untuk nomor 4.

KENAPA ???

Sekarang mari kita bahas..

Mayoritas kita tentu akan dengan mudah menjawab 3 pertanyaan di atas:
1. Tertawa dan Menangis
2. Mematikan dan Menghidupkan
3. Laki laki dan Perempuan

Tapi bagaimana dengan jawaban no. 4? Apakah benar jawabannya adalah Kemiskinan..?

Untuk mengetahui jawabannya, mari kita lihat rangkaian firman Allah SWT dalam Surah An-Najm ayat 43-45, dan ayat 48:

Jawaban no. 1

:ﻭَﺃَﻧَّﻪ ﻫُﻮَ ﺃَﺿْﺤَﻚَ ﻭَﺃَﺑْﻜَﻰ
“dan Dia-lah yang menjadikan orang tertawa dan menangis.”
(QS. An-Najm: 43)

Jawaban no. 2

:ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺃَﻣَﺎﺕَ ﻭَﺃَﺣْﻴَﺎ
“dan Dia-lah yang mematikan dan menghidupkan.”
(QS. An-Najm:44)

Jawaban no. 3

:ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﺧَﻠَﻖَ ﺍﻟﺰَّﻭْﺟَﻴْﻦِ ﺍﻟﺬَّﻛَﺮَ ﻭَﺍﻟْﺄُﻧﺜَﻰ
“dan Dia-lah yang menciptakan berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan..”
(QS. An-Najm:45)

Jawaban no. 4

:ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺃَﻏْﻨَﻰ ﻭَﺃَﻗْﻨَﻰ
“dan Dia-lah yang memberikan kekayaan dan KECUKUPAN..”
(QS. An-Najm:48)

Jadi berdasarkan ayat di atas, ternyata jawaban yang tepat untuk pertanyaan no. 4 bukanlah kemiskinan. Itu berarti secara tidak langsung kita juga sudah berburuk sangka kepada Allah SWT.

Karena sesungguhnya Allah memberikan kekayaan dan kecukupan kepada hamba-hamba Nya. Bukan kemiskinan seperti yang telah kita sangkakan selama ini.

Lalu darimana datangnya kemiskinan yang ada di sekitar kita?

Ternyata yang menciptakan kemiskinan itu adalah diri kita sendiri. Kemiskinan itu selalu kita bentuk dalam pola pikir kita. Dan dari pola pikir kita lah yang membentuk pola tindakan dan akhirnya terbentuk menjadi kebiasaan perilaku kita sehari-hari.

Itulah hakikatnya, mengapa orang-orang yang pandai bersyukur, walaupun hidupnya cuma pas-pasan tapi ia tetap bisa tersenyum bahagia. Karena ia merasa cukup, bukan merasa miskin dan selalu kekurangan.

Walaupun seseorang itu mempunyai banyak harta, tapi jika ia selalu merasa kekurangan dan tidak memiliki rasa cukup dalam hatinya, maka sejatinya itu juga adalah kemiskinan.

Karena pada dasarnya orang yang miskin harta dan orang yang memiliki mental miskin walaupun ia kaya harta adalah sama. Sama-sama tidak memiliki perasaan cukup dalam hatinya.

Semoga kita termasuk kepada golongan orang-orang yang selalu merasa cukup dan selalu bersyukur dalam segala hal, sehingga kita tidak menciptakan kemiskinan dalam hati kita sendiri.

Aamiin…

kaya dan miskin?

Bagikan

Berkah Dari Sedekah Nasi Jumat

Kisah ini saya repost dari tulisan Andre Raditya; seorang motivator dan penulis buku Rezeki Level 9.

*****
Dulu.. Saya bikin nasi jumat pertama kali.. Karena kami waktu itu sedang bangkrut. Nggak punya duit. Tinggal 280rb thok…!!!

Lalu saya kuras sekalian dari ATM. Saya pergi ke pasar. Masak dan jadi 40 bungkus. Kemudian Saya sedekahkan karena saya pingin Alloh ganti dengan rezeki.

Kawan2..
Jangan dibalik ilmunya..

Nasi Jumat bukan dibuat saat ada uang. SALAH..! Justru kita ini yg butuh sedekah biar Alloh kasih ganti. Jadi kita itu bukan sedang ngasih makan orang. Tapi sebenarnya kita ini sedang nyari jalan keselamatan dan perlindungan saat nanti tak ada lagi yang bisa melindungi kecuali Alloh.

Apa yang kita berikan kepada orang saat ini adalah sedekah jariyah. Jika nasi itu jadi daging. Lalu tubuhnya dia pakai buat sholat. Dia beranak keturunan. Dia bekerja. Maka kita punya andil atas seluruh aktivitas hidupnya.

Bayangkan.. Antum semua diam. Tapi catatan kebaikannya terus bertambah karena orang yang antum kasih makan, sedang beramal kebaikan.

Ingat rumus sederhana ini:
Minus ketemu minus. Itu jadi plus. Waktu saya sulit, Saya berarti minus. Ya udah.. Saya minuskan semua sekalian saldo saya.

Alhamdulillah. Hari ini Alloh kasih plus buat kami..

15 bulan yg lalu Saya masih harus ngumpulin duit koin 500an dari bawah kursi, laci2 untuk beli tabung gas. Karena betul2 gak ada uang. Saya nggak banyak cerita. Tapi itu benar2 terjadi. Sisa2 Kebangkrutan masa lalu masih jadi masalah buat kami. Dan selama 2013-2016 Saya terus amalin rezeki level 9. Tanpa putus..

Sampai satu titik Alloh balik semua keadaan, harta yg dulu saya kumpulkan selama 8 tahun, yang Alloh ambil karena kebangkrutan, Alloh ganti hanya dalam waktu 1.5 tahun. Salah satu wasilahnya adalah nasiJumat ini. Saya yakin itu..

Jangan ngeluh perihal ibadah lantaran kita gak punya duit. Justru harusnya kita dobel biar Alloh ngasih kita rezeki.

Sejak saat itu.. Saya nggak bangga dengan status motivator. Saya mundur dari dunia training dan motivasi. Lebih seneng kembali ke majelis ta’lim, nggak ada tepuk tangan. Gak ada panggung. Gak ada fee. Tapi keberkahan..

Coba pikir ini baik-baik..

Kita kerja keras di satu perusahaan. Kerja sama bos. Ketemu orang hebat. Tapi kalau kita mati paling banter orang-orang hebat cuma kasih karangan bunga.

Tapi teman-teman kita di majelis taklim, teman ngaji, teman dakwah, pas waktu kita meninggal maka mereka nanti yang datang ta’ziyah, nyolatin dan nganter ke kubur.

Mana teman yang sebenarnya?? Temen kita adalah yg sama-sama datang ke majelis.

Saya pernah ketemu orang-orang besar. Orang hebat. Ngisi training di perusahaan besar. Punya nomer telpon direksi bumn. Tapi saya nggak yakin mereka bakal datang ke hari saya mati nanti. Paling kasih karangan bunga.

Sayangnya.. Itu semua nggak bisa buat nyuap malaikat munkar dan nankir di alam kubur nanti. Digebukin.. Tetep digebukin kalau kita salah jawab..

Na’udzubillah…

Jadi sedekah #NasiJumat ini bukan tentang kebanggaan. Tapi soal jalan keselamatan..

Bagikan

Sifat Uang (Bagian Yang Ke Tiga)

UANG ITU NUMPANG LEWAT

Ya, sifat uang yang ke tiga itu adalah uang hanya NUMPANG LEWAT.

Game simple saya kali ini, coba deh, Anda berhenti membaca postingan ini sejenak, lalu Anda ambil uang kertas Anda di dompet, lalu baca tulisan kecil di bagian bawahnya…

Udah? udah di baca?

Oke, kalau malas ambil uang, saya tulis ulang disini, tulisannya kira-kira begini:

“DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, BANK INDONESIA MENGELUARKAN UANG SEBAGAI ALAT PEMBAYARAN YANG SAH DENGAN NILAI …”

Itu artinya, dari dibuatnya uang itu tujuannya memang dibuat untuk NUMPANG LEWAT, bukan untuk disimpan. Yaitu sebagai alat pembayaran. Kalau Anda menyimpan uang kelamaan, maka ia keluar dari sifat aslinya dan nilainya juga turun.

Coba Anda tanya kakek atau Orang tua Anda, dulu uang 5.000 rupiah dapat apa? bisa buat beli apa? Maka jawabannya mungkin akan diluar dugaan Anda sebelumnya.

“Terus, kalau mau nabung, gimana mas Afik?”

Pertanyaan yang bagus! Saya pun nabung. Tapi kalau saya baru dapat uang, nabungnya beli emas (bukan emas perhiasan, tapi emas batangan).

Kalau misalnya biaya umroh hari ini sekitar 20an juta, kalau dirubah kedalam bentuk emas jadi sekian gram. Maka 10 atau 20 tahun kemudian yang biaya umrohnya nggak 20juta lagi, tapi kalau dalam bentuk emas, biayanya relatif masih sama. Itulah sifat dari emas, cenderung stabil nilainya. Tidak fluktuatif apalagi turun terus seperti uang kertas dan uang koin..

Kemudian, yang paling penting jangan lupa untuk menggunakan uang untuk tujuan ibadah dan amal sholeh seperti kewajiban zakat, sedekah, infak, wakaf, dan sebagainya.

Jadi kesimpulannya, karena uang cuma numpang lewat, jangan terlalu berusaha keras untuk menahannya…

Sebaiknya:
– Kalau ketemu kotak amal, masukin…
– Kalau ketemu anak yatim, santunin…
– Kalau mau nabung, ubah bentuknya jadi emas…
– Kalau orang tua butuh, transfer…
– Kalau kawan sakit, bantuin…

Ingat, uang itu relatif. Tergantung siapa ‘tuan’ nya. Jika Anda orang baik maka manfaatkanlah uang Anda untuk banyak melakukan kebaikan dan menebar manfaat yang seluas-luasnya..

Tapi jangan boros ya, bukan berarti “Easy come, easy go” (gampang masuknya, gampang juga keluarnya). Itu istilah lain dari BOROS. Yang bener itu, “Easy Come, Easy GROW” (Gampang masuknya, gampang tumbuhnya).

Jadi jangan takut lagi untuk punya uang banyak, karena semakin banyak uang yang Anda punya, semakin luas manfaat kebaikan yang bisa Anda berikan…

Misalkan saat Anda punya uang 2 juta, Anda bisa jadi donatur di sebuah Panti Yatim. Tapi kalau uang Anda 2 Milyar, Anda bisa bikin Panti sendiri, dan juga bisa menginspirasi orang lain juga untuk bikin panti asuhan lagi…

Siap praktek?

@Afik canggih

Bagikan

Apakah Boleh Iri Terhadap Orang..??

Salah satu sifat buruk yang harus dihindari setiap pribadi muslim yang beriman adalah sifat iri hati atau dengki. Sifat iri adalah salah satu penyakit hati yang tidak bisa diobati kecuali dengan ‘mencuci bersih’ hati yang telah kotor tersebut.

Kalau di zaman sekarang istilahnya adalah SMS, yaitu Senang Melihat orang lain Susah, dan Susah Melihat orang lain Senang. Bisa dibayangkan bagaimana orang yang dijangkiti penyakit iri ini hidupnya tidak bisa tenang. Melihat orang lagi jatuh bangkrut eh kitanya senang. Giliran orang lain sukses dan senang eh kitanya jadi susah, iri hati bahkan sampai jatuh sakit.

Na’udzubillah.. Semoga kita gak begitu ya. Karena sejatinya kita hidup di dunia ini pengen hidup tenang. Lebih utamanya lagi hidup tenang karena adanya berkah dari Allah SWT yang meliputi seluruh hidup kita.

Tapi ternyata Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membolehkan kita iri terhadap orang lain dalam harta dan ilmu.

“Tidak boleh hasad (iri dengki) kecuali pada dua orang: yaitu orang yang Allah anugerahkan padanya harta lalu ia gunakan harta itu pada jalan kebaikan. Dan orang yang Allah beri karunia ilmu lalu dengan ilmu tersebut ia gunakan untuk mengajarkannya (kepada orang lain)..” (HR. Bukhari dan Muslim)

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah bersabda dari Abu Hurairah r.a, dia berkata: Orang-orang miskin dari para sahabat Nabi pernah datang menemui beliau dan berkata,
“Wahai Rasulullah, orang-orang kaya yang memiliki harta yang berlimpah bisa mendapatkan pahala (dari harta mereka), kedudukan yang tinggi dan kenikmatan (di surga) karena mereka melaksanakan shalat seperti kami melaksanakan shalat, mereka juga berpuasa seperti kami berpuasa, tapi mereka memiliki kelebihan harta yang mereka gunakan untuk menunaikan ibadah haji, umrah, jihad dan sedekah, sedangkan kami tidak memiliki harta…”.

Dalam riwayat lain dari Imam Muslim, di akhir hadits tersebut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan: “Itu adalah karunia (dari) Allah yang diberikan kepada siapa yang dikehendaki-Nya..“

Dari kedua hadits di atas jelas bahwa ternyata kita dibolehkan iri jika:
– terhadap orang yang berharta banyak, dimana ia mendapatkan harta tersebut dengan cara yang halal dan harta tersebut juga digunakan untuk banyak membantu orang dan kebaikan-kebaikan lainnya
– orang yang berilmu, dimana ilmu itu digunakan atau diajarkan di jalan kebaikan dan kebermanfaatan untuk orang lain

Jadi kalau ada seseorang yang diberikan harta kekayaan atau orang yang alim yang berilmu, kita boleh iri terhadap kedua orang tersebut. Iri karena kita termotivasi dengan kebaikan-kebaikan yang mereka lakukan agar nanti kita juga bisa melakukan banyak kebaikan dan menebar banyak manfaat seperti yang telah mereka lakukan.

Wallahu a’lam..

tidak boleh iri hati kecuali

Bagikan

Sifat Uang (Bagian Ke Dua)

Tulisan ini adalah lanjutan dari artikel sebelumnya tentang Tiga Sifat Uang dan sudah dibahas sifat uang yang pertama. Di tulisan ini adalah sifat uang yang ke dua.

UANG ITU TIDAK SETIA

Ya, Tidak ada yang namanya uang itu setia. Ia tidak akan selamanya bersama Anda.

Misalnya, sebesar apapun kapasitas Anda sebagai seorang dokter terbaik di dunia, Anda dibayar sangat mahal. Tapi tetep aja, kalau pagi Anda makan nasi, yang berasnya beli dari orang lain.

Kalau Anda penjual beras, Anda pun beli ke petani. Dan kalaupun Anda petani, Anda beli pupuk atau bibit juga dari orang lain.

Sekali lagi, UANG ITU TIDAK SETIA. Artinya, tidak ada titik aman dimana uang Anda akan setia saat Anda memiliki uang yang banyak. Anda masih harus tetap berinovasi, bergerak, dan produktif. Jadi Anda ya harus berubah, jangan merasa aman.

Ada quote menarik dari seorang Mantan CEO dari General Electic, Jack Welch. Ia mengatakan: “change before you have to”.

Maksudnya adalah “Perubahan yang dilakukan saat waktunya memang sudah harus berubah, itu adalah sebuah keterlambatan. Jadi kita harus berubah sebelum kita terpaksa atau dipaksa oleh keadaan yang menyebabkan kita memang harus berubah..”

Kira-kira begitu…

Ceritanya, ia mengatakan itu saat dirinya memberikan pidato sambutan ketika ia diangkat sebagai CEO yang baru di G.E. Saat itu, pada tahun 1981 General Electric sudah menjadi salah satu dari 10 perusahaan terbaik di dunia.

Di Tahun berikutnya, ia merombak manajemen di perusaahaan itu. Banyak karyawan yang keluar, dan banyak juga yang masuk. Ia merombak, melakukan perubahan keadaan saat kondisi perusahaan sedang bagus. Dan 10 tahun kemudian G.E masih menjadi salah satu dari 10 perusahaan terbaik. Sedangkan 9 perusahaan yang lain sudah hengkang dari big 10.

Dari kisah G.E tersebut kita bisa mengambil pelajaran:

– Jangan nunggu nggak punya uang dulu, atau nunggu kepepet dulu baru memikirkan sumber income yang baru!
– Jangan nunggu tanggal tua dulu, baru berhemat!
– Jangan nunggu semuanya serba terbatas dulu, baru peka dengan peluang baru!

Maka mulailah dari saat Anda belum waktunya harus berubah. Istilahnya curi start..

Jadi, mulai sekarang cobalah untuk mulai peka dan terbuka dengan hal-hal baru. Selama hal baru itu adalah sesuatu yang baik dan positif maka tidak ada salahnya jika kita ikut mengambil peluang dan bisa menghasilkan uang dari sesuatu yang baru tersebut.

Bersambung ke artikel selanjutnya “Sifat Uang (Bagian Ke Tiga)”

Bagikan

3 Sifat Uang Yang Perlu Diketahui

Tulisan ini saya sadur dari tulisan seorang pengusaha muda yang bergelut di bidang internet marketing.

Kenapa saya repost disini? Karena menurut saya tulisan ini sangat bagus dan penting untuk kita ketahui agar tidak salah mindset. Karena kalau sudah salah mindset terhadap sesuatu,  maka akan salah pula sikap dan perilaku kita terhadap sesuatu itu. Termasuk terhadap uang.

Lalu kenapa kita harus tau sifat dari uang? Karena dengan tau dan paham sifatnya, mudah-mudahan kita bisa bersikap yang benar terhadap uang, tidak sembarangan cara dalam mencarinya apalagi dengan cara yang haram, dan menggunakannya juga untuk hal-hal yang baik.

Dengan begitu, mudah-mudahan kita akan dengan mudah dapat menemukannya. Aamiin..

Kita ambil satu contoh:

– Kalau Anda kenal teman Anda, misalnya namanya Fardi, dan Anda tau sifatnya baik, sholeh,rajin dan dermawan. Maka dengan mudah Anda akan menemukannya di masjid, saat adzan tiba. Masuk akal kan?

– Tapi kalau Anda punya teman lain lagi, misalnya si Fulan, Anda tau sifatnya boros, maka Anda tinggal cari aja dia di restoran mewah, di hotel mewah, atau di bank (Karena doi lagi minta utangan) hehehe..

Sampai sini sudah paham benang merahnya?

Begitu juga dengan UANG.

Kalau kita sudah tau sifatnya, maka setelah tau diharapkan kita akan dengan mudah mengundangnya. Tapi bukan berarti kita berharap banget supaya uang datang dan melupakan segalanya. Bukan seperti itu maksudnya.

Uang itu relatif bisa baik dan bisa juga buruk. Tergantung siapa ‘tuan’ nya…

Jika dipegang orang baik, ia akan bermanfaat. Dan jika dipegang orang geblek, ya bisa jadi jalan maksiat.

Dan saya yakin Anda adalah orang baik. Aamiin..

Inilah ketiga sifat uang yang perlu diketahui.

1. UANG ITU TIDAK PERNAH HILANG

Ya, saya nggak percaya kalau ada yang mengatakan “uang saya hilang”. Karena sebenarnya ia tidak hilang, tapi hanya berpindah tuan.

Kalau ada kasus pencurian, maka ia berpindah dari si korban, ke pelaku. Terlepas dari ke-haram-an nya, maka dari segi sifat uang itu, ia tidak hilang. Ia hanya berpindah…

“Nah sekarang apa yang harus kita lakukan? agar uang pindah ke rekening/kantong kita dengan halal?”

Maka jawabannya adalah, ia akan berpindah ke ‘tuan’ yang kapasitasnya lebih besar.

Contoh:

Beberapa waktu lalu, saya ke Rumah sakit karena istri saya perlu penanganan medis. Setelah diperiksa dan kami diarahkan untuk ke kasir, saya bayar ratusan ribu. Walaupun tanpa obat!

Setelah saya lihat struknya, ternyata biaya konsultasi dokternya, senilai Rp 200 ribu. Sisanya biaya saat penanganan di ruang dokter.

Padahal di dalam ruangan saat istri saya diperiksa, saya cuma sekitar 15 menit dan konsul 1 pertanyaan.

“pantangan istri saya apa dok, yang gak boleh dimakan?”

Jawaban dokter: “nggak ada mas..”

Gitu doang, 200 ribu, hahaha..

Tapi ini bukan soal uangnya, ini soal kapasitas dia sebagai dokter. Dulu biaya kuliahnya memang mahal, dan karena keilmuan itu ia juga layak dibayar mahal.

Dalam hal ini, saya nggak punya kapasitas sebagai tenaga medis, sedangkan si dokter punya. Karenanya saya membayar, dan si dokter mendapat bayaran.

Sesimple itu…

Jadi, yang harus Anda kerjakan setelah membaca artikel ini adalah, PERBESAR KAPASITAS agar Anda layak punya uang, dan pastinya HALAL !

Siap? harus…

Bersambung ke artikel selanjutnya (Sifat Uang Bag. 2)

Bagikan

XBank (Bagian 2)

Tulisan ini adalah lanjutan dari artikel sebelumnya yaitu “Ketika Para Xbank Itu Berkumpul”.

Silakan disimak sampai habis ya..

Lanjut mas Danto dari Semarang memberikan testimoni:
“Saya ini 15 tahun di bank syariah. Saya gak merasa sebagai pelaku riba, dan suka nunjuk ke mereka yang di bank konvensional lah pelaku riba. Kami ini penyelamat, dan saya bangga dengan pekerjaan ini. Sampai satu ketika saya belajar fiqih muamalah, saya tercenung dengan praktek yang saya temui di pekerjaan saya. Ketika bicara akad murabahah bank saya tidak pernah benar-benar membeli barang itu baru kami jual kembali. Tidak pernah kami membeli, bagaimana kami bisa menjualnya? akad ini mengganjal di hati saya.

Lalu akad mudharabah.. Kenapa yang dibagi masih dari total uang yang dipinjamkan, bukan bagi hasil dari nilai keuntungan? Dan tidak ada resiko kerugian dengan adanya sita dan lelang. Lama berkecamuk dalam hati saya. Sampai ketika bertemu dengan salah satu ustadz saya berkata untuk membela diri, bahwa bank kami diawasi dewan syariah nasional. Jawaban ustadz itu membuat mati kutu..

“Nanti di akherat mas, engkau tidak bisa berlindung kepada siapapun termasuk kepada dewan syariah jika pelaksanaannya di lapangan menyimpang dari fatwa DSN atau bahkan dari aturan Allah..”

Hal itu yang membuat saya memutuskan berhenti jadi bankir, dan semoga Allah mengampuni dosa-dosa saya..”. Dia menangis di atas panggung. Semua peserta terdiam.

Lalu saya memanggil kawan saya mas Rinanto Suryadhimirtha yang juga hadir, seorang pengacara muslim yang sudah melanglang buana sebagai pengacara di pihak bank dan leasing untuk maju ke panggung:

“Saya ini dulu membela bank dan leasing sampai tahap eksekusi lelang. Sampai orang yang punya aset itu nangis-nangis saya gak peduli. Ketika hijrah saya menyesal luar biasa dan sekarang saya bekerja untuk berbalik membela mereka. Bagaimana mungkin sudah bayar ratusan juta, pas mau melunasi utang pokoknya masih banyak tanpa mau memberi keringanan. Sampai tahap lelang sekarang saya hadapi.. saya bahkan datangi orang-orang yang dulu hartanya saya lelang, saya minta maaf kepada mereka. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa saya..”. Katanya dengan suara gemetar..

Dilain waktu ada seorang yang bertanya pada saya, “mas kalau banyak yang resign bank bisa tutup dong? Kita kalau mau transfer duit pakai wesel di kantor pos lagi?”

“Bank gak akan tutup bro, karena sistem ekonomi kapitalis dianut di negeri ini. Paling hanya keluar-masuk pegawainya yang kenceng, dan ratusan ribu lulusan sarjana tiap tahun tersedia di Indonesia..” jawab saya.

“Terus mas?”

“Kerinduan pada lembaga keuangan yang syar’i itu sekarang sedang menggebu-gebu dari masyarakat. Misal bank itu ibarat rumah.. ketika ada pipanya yang bocor, airnya mampet, plafonnya pecah, WC nya membludak dan bau, tidak langsung kita bakar rumahnya kan. Tapi diperbaiki satu-persatu hingga rumah itu layak huni dan membawa ketenangan penghuninya..”

“Mmm.. gitu ya mas, terus siapa yang bisa memperbaiki itu semua mas kalau pada resign?”

“Bola ditangan pemerintah tentunya, undang para ulama, ustadz-ustadz ahli fiqih muamalah dari berbagai perwakilan, sampai ketemu formula untuk pelaksanaan sistem bank yang bener-bener syar’i dan adil, dan menentramkan kita semua..”

“Apa mungkin ya mas?”

“Dulu tentara dan polisi wanita itu gak boleh pakai hijab lho.. setelah ada desakan dari masyarakat sekarang banyak tentara dan polisi wanita yang berhijab karena aturannya berubah. Ya kita doakan saja semoga suatu saat dapat terwujud..”

“Terus bagaimana bersikap pada bank mas?”

“Tak lebih seperti kantor pos, gunakan produk yang tidak ada ribanya seperti jasa transfer uang, menyimpan secukupnya, kalau ada rejeki lain putar di usaha lagi agar lebih bermanfaat, bukan ditimbun.. dan jangan membuka akad riba apapun bentuknya..”

Ketika sesi istirahat mau sholat dzuhur panitia meminta peserta keluar untuk difoto pakai drone. Mereka diberi bendera untuk dilambai-lambaikan.. Saya merinding membacanya..
“Jangan gadaikan akhiratmu untuk duniamu..”

Itulah XBank, perjalanan hijrah saudara-saudara kita yang menggetarkan hati.. Semoga kita bisa mengambil banyak pelajaran dan semangat hijrah dari mereka.

Sebuah postingan di facebooknya XBank ada tertulis begini:
“Karir tertinggi seorang bankir adalah.. resign!”

Jleb!

@Saptuari

xbank 1 xbank 2

Bagikan

Ketika Para XBank Itu Berkumpul

Bulan Januari lalu sempat heboh di sosial media tentang surat internal sebuah bank yang menganjurkan diadakan pengajian rutin karena banyak karyawannya yang resign. Surat itu banyak dikomentari oleh netizen karena ada penafsiran yang seolah-olah dicari ustadz yang bisa disetel tema pengajiannya sesuai pesanan. Tabu membahas soal riba di acara pengajian bank.

“Dicari ustadz yang pro riba..” komentar salah satu netizen

Sudah 5-6 tahun ini kran informasi seperti terbuka begitu lebar dan deras. Semenjak Blackberry yang sering hang-lepas baterei-banting itu musnah, diganti oleh android berlayar lebar dan canggih ketika disentuh.
Facebook meledak..
Youtube meletus..
Instagram menggelegar…

Jutaan orang punya mainan baru di genggaman. Siang malam dipelototi.. ke WC dibawa, mau tidur jadi mainan di kasur.

Para ustadz dan ulama punya media baru untuk berdakwah tanpa harus dibedaki di layar tivi. Bebas membahas apa saja tanpa disetir produser acara religi.

Termasuk tentang kajian fiqih muamalah. Ribuan video tentang riba tersedia di semua sosial media. Puluhan ustadz ahli fiqih muamalah membahasnya. Dari penjelasan detail apa itu riba, bagaimana hukum praktek perbankan, leasing, asuransi, MLM, sampai masalah-masalah kontemporer produk terbaru yang belum ada di masa 10 tahun lalu.

Siapapun bisa melihatnya dan belajar dari sosial media, tentu kajian riba salah satu yang bisa ditonton dengan mudah oleh mereka yang masih bekerja di tempat yang berdekatan dengan akad-akad riba, dan membuat gelisah hatinya.

Kemudian muncul lah komunitas XBank. Komunitas ini lahir 15 Juli 2017 dari inisiatif mas El Candra, mantan bankir yang sudah belasan tahun bekerja hingga jabatan satu level di bawah direksi di sebuah perbankan nasional. Komunitas ini membesar lewat ‘gethok tular’ mulut ke mulut, dilempar di sosial media dan group WA.

“Saat ini kami punya member 6200an seluruh Indonesia, ada 32 group WA dan terus bertambah dengan syarat minimal 100 orang di satu wilayah jika mau dibuatkan group WA baru.. “ kata Nopan Nopiardi salah satu pentolan XBank yang juga mantan bankir itu.

Beberapa waktu lalu mereka melakukan Kopdar di Jogja, saya diundang untuk berbicara dalam talkshow sebagai nasabah yang dulu jaman jahiliyah suka bergantung ke bank untuk memenuhi semua kebutuhan, dari modal usaha hingga gaya hidup.

Sejak saya masuk ruangan jam 9 pagi, suasana begitu adem. Walaupun yang di depan saya para mantan bankir dan ada juga yang masih bankir aktif, tidak ada yang agresif menawarkan kredit.. hehe ya iyalah!

Satu jam pertama saya bercerita bagaimana 6 tahun saya berbisnis dan terjerat akad riba di berbagai bank, leasing dan asuransi. Ketika ketenangan hati tercabut, hidup hanya untuk mikir cicilan dan angsuran.. musibah demi musibah berdatangan. Halangan demi halangan bermunculan. Sampai saya diingatkan oleh seorang kawan tentang peringatan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Jauhi tujuh perkara yang membinasakan (membawa pada kehancuran), diantaranya… memakan RIBA” [HR Bukhari 2766 & Muslim 89]

Duuuh! Apakah saya ini pelaku riba? Kan saya yang ngutang! Saya gak makan duit riba!
Saya disodori lagi sebuah hadist, Nabi melaknat semua orang yang terlibat disana: yang minjemin, yang minjem, yang nyatet, yang jadi saksi.. semua sama dalam dosa! Klakep deh saya gak bisa jawab..

Dan pukulan paling telak ketika saya dihantam di dada pakai Qur’an surat Al Baqarah 278-279 yang menyatakan perintah untuk meninggalkan riba, jika tidak maka akan DIPERANGI Allah dan Rasul-Nya.

Makdeg!! Nyesek!
“Aku ini ciptaanMu wahai Allah.. kok sekarang aku malah Kau perangi! Apa aku bisa menang ya Allah?”

Sesi kedua tanya jawab dan testimoni peserta, terbawa suasana semuanya karena mendengar penuturan mereka.

Mas El Candra memulai,
“Disini banyak mantan kawan-kawan AO bank, merasa berdosa ketika membujuk orang berutang tiap hari karena kejar target, lah saya ini kepala divisi yang membawahi 1000 AO (Account Officer), bayangkan berapa kali lipat-lipat dosa saya..” katanya dengan suara gemetar.

*******

Bersambung ke artikel selanjutnya (Xbank Bag. 2)

ketika para xbank itu berkumpul 1 ketika para xbank itu berkumpul 2

Bagikan

Kisah Keajaiban Sedekah, Diangkat 1000 Doa.

Di tahun 2015 saya bersama kang Jamil Azzaini dan mbah Asrori dari Semarang diundang live di TV One di acara Gestur. Kami diminta bercerita bagaimana sedekah itu “menghidupkan kehidupan!” Bikin hidup makin hidup..

Saya cium tangan lelaki tua yang sudah 92 tahun hidup di dunia itu, kami bertemu di Bandara Halim Jakarta, beda pesawat tapi bareng landingnya. Kisah mbah Asrori selalu membuat hati gerimis, setiap jumat beliau membagi 150 nasi bungkus dari uangnya sendiri hasil dari mengajar ngaji.. inilah orang kaya sejati!

Di dalam mobil saya bertanya, apa mbah kunci agar panjang umur..
Jawaban beliau tegas dan jelas di telinga dan selalu saya ingat!
“Kowe kudu rutin moco Qur’an, kudu okeh silaturahmi, lan kudu okeh sedekah!”

Mak jleb! Berat itu mbah.. beraaattt!!

Kami hidup di jaman baca status di facebook dan instagram lebih mengasyikan di banding baca Qur’an!

Kami hidup di jaman kebencian disebar di jalanan, caci maki diumbar dalam layar HP di tangan! Silaturahmi dengan kawan putus jadi kebencian karena beda pandangan dan pilihan!

Kami hidup di jaman gaya hidup diumbar demi pamer walaupun semua penuh cicilan! Bagaimana kami mau sedekah mbah, cicilan-cicilan masih antri belum dibayar.. Daripada buat sedekah mending uangnya buat bayar semua tagihan..

Berat mbah! Beraaatt!!

Di akhir acara simbah melantunkan bacaan Qur’an dengan merdunya, membuat semua yang ada di studio berkaca-kaca…

*******

Seminggu lalu saya bertemu dengan Rex Marindo, salah satu founder Warunk Upnormal yang punya 78 cabang dalam 5 tahun, rame dimana-mana siang dan malam. Bahkan dengan jaringan brand lainnya seperti Nasi Goreng Mafia dan Bakso Boedjangan tembus 120 an cabang di seluruh Indonesia, dengan 4000 karyawannya.

Saya bertemu Rex di salah satu cabang Upnormal di Jalan Kaliurang Jogja, mengejutkan bahwa semua usahanya tidak melibatkan utang bank. Bahkan dulu diawal mereka mau ekspansi, ada usulan untuk utang bank dan Rex memilih untuk mundur jika itu dilakukan. Akhirnya mereka memilih menggaet investor untuk dapat membuka banyak cabang, dengan akad kerjasama usaha, tanpa pernah membuka akad riba.

Ada cerita dari Rex yang membuat saya terpana,
“Ketika ngobrol dengan kawan-kawan di Upnormal, kami seperti diingatkan.. apa iya kami bisa melejit seperti sekarang karena 1000 doa yang dulu dibacakan orang-orang..”

Whoottt? 1000 doa?

“Iya mas, ketika 2013 kami memulai Nasi Goreng Mafia di Bandung, hari pertama kami bikin pengumuman.. GRATIS 1000 PORSI NASI GORENG, CUKUP DIBAYAR DENGAN DOA. Jadi bener kami siapkan 1000 porsi untuk sedekah di depan, dan setiap orang yang makan kami beri kertas, dan kami minta mereka membacanya.. Ya Allah semoga usaha nasi goreng ini berkah, laris dan bermanfaat”

Masya ALLAH…

Ludes hari itu?

“Ludes, gak bersisa.. hari kedua kami jualan seperti biasa, dari omzet ratusan ribu sehari hingga jutaan sehari, grafiknya terus naik. Sampai akhirnya kami sampai di titik ini..”

Giving! Giving! Giving!

Itulah ilmu yang diajarkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.. kita harus banyak memberi jika mau dibukakan pintu-pintu rezeki. Namun sebaliknya, jika hidup selalu pelit, medit, maka rezekipun hanya makcrit!!

@Saptuari

kisah keajaiban sedekah dan diangkat 1000 doa kisah keajaiban sedekah dan diangkat 1000 doa 2

Bagikan

Berikan Rezeki Yang Halal Untuk Keluarga

Ada tulisan di sebuah group telegram yang saya baca beberapa hari lalu mengusik hati.. Siapapun kita sebagai lelaki dan kepala keluarga, membaca ini pasti akan terusik karena takut jika ada harta haram yang ditelan oleh istri, anak dan keluarga kita..

Selamat membaca..

Catatan Untuk Kepala Keluarga..

Salah satu diantara musibah besar yang menimpa sebagian keluarga muslim adalah, penghasilan sang suami sebagai penanggung jawab nafkah berasal dari sumber yang haram. Meskipun bisa jadi mereka terlihat tidur nyenyak, di rumah megah nan sejuk ber AC, namun sejatinya hati mereka tidak akan bisa tenang.

Semewah apapun fasilitas yang mereka miliki, mereka tidak akan bisa menggapai ketenangan layaknya orang yang berpenghasilan halal. Karena seperti itulah yang Allah nashkan dalam Al-quran:

“Siapa yang berpaling dari peringatan yang Aku turunkan, dia akan mendapatkan kehidupan yang sempit…” (QS. Thaha: 124).

Sementara Rasulullah shallallhu ‘alaihi wa sallam juga memperingatkan mereka yang bergelut dengan harta haram:

Dari Ka’ab bin Ujrah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Tidak ada daging yang tumbuh dari as-suht, kecuali neraka lebih layak baginya.” (HR. Turmudzi 614 dan dishahihkan al-Albani).

Dalam riwayat dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma:

“Tidak akan masuk surga, daging yang tumbuh dari as-suht, maka neraka lebih layak baginya.” (HR. Ahmad 14032 dengan sanad jayid sebagaimana keterangan al-Albani).

Halalkah pekerjaan kita wahai para penanggung jawab nafkah? Sudahkah kita mencemaskan keselamatan daging-daging keluarga kita? Pernahkah kita mengkhawatirkan anak dan istri ketika mereka makan bara api neraka? Maka berusahalah mencari rezeki dari jalan yang halal.

Syaikhul Islam mengatakan:
Makanan akan bercampur dengan tubuh dan tumbuh menjadi jaringan dan sel penyusunnya. Jika makanan itu jelek maka badan menjadi jelek, sehingga layak untuknya neraka. Karena itulah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan, ‘Setiap jasad yang tumbuh dari harta haram, maka neraka layak untuknya.‘ Sementara surga adalah kebaikan, yang tidak akan dimasuki kecuali tubuh yang baik. (Ma’mu’ al-Fatawa, 21:541).

Mereka Yang Cemas Ketika Makan Harta Haram

Aisyah radhiallahu ‘anha pernah menceritakan:

Abu Bakar memiliki seorang budak. Pada suatu hari, sang budak datang dengan membawa makanan dan diberikan kepada Abu Bakar. Setelah selesai makan, sang majikan yang wara’ bertanya, ‘Itu makanan dari mana?’ Si budak menjawab: “Dulu saya pernah berpura-pura jadi dukun semasa jahiliyah. Kemudian aku meramal seseorang. Sebenarnya saya tidak bisa meramal, namun dia hanya saya tipu. Baru saja saya bertemu dengannya dan dia memberi makanan itu, yang baru saja tuan santap.

”Seketika itu, Abu Bakar langsung memasukkan jarinya dan memuntahkan seluruh isi perutnya. Lalu Abu Bakar mengatakan: Andaikan makanan itu tidak bisa keluar kecuali ruhku harus keluar (mati), aku akan tetap mengeluarkannya..”

Kisah yang lain

Abu Said al-Khadimy (ulama mazhab Hanafi, wafat: 1156 H) meriwayatkan bahwa Imam Abu Hanifah menitipkan 70 helai kain kepada Bisyr untuk dijual di Mesir. Tidak lupa Abu Hanifah menulis surat kepadanya bahwa kain yang telah diberi tanda, ada cacatnya. Beliau juga memintanya untuk menjelaskan cacat tersebut kepada calon pembeli.

Setelah kembali ke Irak, Bisyr menyerahkan uang hasil penjualan kepada Abu Hanifah sebanyak 3000 keping dinar (± 12,75 kg emas, dengan asumsi 1 dinar = 4,25 gr).

Lalu Abu Hanifah menanyakan kepada Al Bisyr, ‘Apakah satu kain yang cacat telah kamu jelaskan kepada pembeli saat menjual?

Bisyr menjawab, “Aku lupa”.

Seketika sang imam (Abu Hanifah) berdiri, lalu mensedekahkan seluruh hasil penjualan 70 helai kain tersebut. Sebuah nilai yang sangat besar, 12,75 kg emas.

Untuk Istri, Bantulah Sang Suami Untuk Mencari Nafkah Yang Halal

Menyadari keselamatan nafkah keluarga ada di tangan suami, selayaknya setiap istri berusaha memotivasi suaminya untuk mencari rezeki yang halal. Tunjukkan sikap qanaah (merasa cukup dengan apa yang halal) dan bukan menjadi tipe penuntut.

Istri harus memahami, salah satu faktor suami rela untuk bergulat dengan kerasnya hidup adalah dalam rangka membahagiakan istri dan keluarga. Bila perlu, dia akan berikan seisi dunia ini kepada istrinya agar bahagia bersamanya.

Maka tak heran, sebagian lelaki pecundang, yang merasa tertuntut untuk membahagiakan keluarga, harus tega-tegaan merenggut harta haram, demi mendapatkan target kebahagiaan yang diharapkan. Dari pada pulang dengan disambut wajah cemberut sang istri, lebih baik pulang dengan harta haram.

Qanaah, itulah kata kuncinya. Merasa cukup dengan yang halal, itulah intinya. Letakkan arti kebahagiaan itu di hati Anda, bukan di mulut dan perut Anda. Karena kebahagiaan atau kesenangan dengan standar mulut dan perut adalah ciri khas binatang.

Sekali lagi, sifat qanaah inilah yang selayaknya dimilik kaum istri, wanita-wanita sholihah, calon-calon bidadari surga. Menghiasai kecantikan dirinya dengan kecantikan akhlaknya. Betapa bahagianya sebuah keluaga dengan kehadiran mereka di tengah-tengah keluarga muslim.

Masih ada waktu untuk kita bertobat. Masih ada kesempatan untuk kita memahami transaksi riba dalam bisnis beserta turunannya. Pastikan setiap keringat yang kita keluarkan untuk mencari nafkah bagi keluarga bernilai berkah.

berikan rezeki yang halal untuk keluarga

Bagikan