Kisah Bebas Hutang Mba Misnayati Misdi

Tulisan ini adalah lanjutan dari artikel sebelumnya “Riba… Menghancurkan Semuanya” .

***

Setelah Sakinah lahir saya semakin tertekan mengurus tiga anak, konveksi, dan orderan..

ya Robb.. saya ini tulang rusuk atau tulang punggung??

Tak sanggup menahan beban seorang diri akhirnya mamaku tahu atas apa yg terjadi. Karena saya butuh sosok selain Allah untuk tempat saya berbagi cerita (note: jangan ceritakan kesedihan mu pada ibumu karena Beliau akan merasakan 10 x sakitnya apa yang kau rasakan). Kata sabarr dan bertahanlah demi anak-anak mereka butuh orang tua yg lengkap.

Keadaan makin memanas, hutang tak kunjung reda, keadaan rumah seperti badai, usaha suami bangkrut, anak-anak sering sakit-sakitan, telpon terus berdering dari debt collector kartu kredit.

Disaat orang orang terlelap, saya menumpahkan semua di atas sejadah. Tak jarang butiran mutiara menari-nari di pipi yang mulai menua.

Akhirnya Juni 2015 saya melakukan sesuatu yang dibenci Allah.

Dengan menggendong Sakinah kecil saya mendatangi pengadilan agama, saya mendaftar gugatan cerai. Sidang pertama berlangsung dan kami diberi waktu untuk mediasi 40 hari dengan dibimbing mediator. Keluarga besar shock terutama mama.

“Sudah pikir panjang nak, kamu sudah tahu konsekwensinya menjadi seorang “Janda”? Gimana anak-anak mu? Mereka tidak hanya butuh materi tapi butuh kasih sayang kedua orang tuanya. Ayoo kita pulang kau butuh refreshing. Ijin dengan suamimu rendahkan emosimu beberapa hari..”

Sampai di kampung halaman keluarga memberikan support agar jangan berpisah, ini semua ujian dari Allah. Allah akan menguji hambaNya yang ingin berhijrah dengan air mata. Air mata kasih sayangnya Allah.

Sampai suatu hari membaca kisah Nurshoffa Mujahidah bagaimana beliau terlepas dari riba dan berbisnis tanpa riba. Dan ada juga postingan mbak Veggy Monarika yang single mom bisa melunasi hutangnya 7M. Dan teh Dinii Fitriyah bagaimana dia bangkit setelah riba menghancurkan bisnisnya.

Saya baca apa-apa saja yang termasuk riba. Astaghfirulloh, ternyata apa yang saya lakukan selama ini adalah riba..!!

Proses mediasi saya dan suami berhasil, kami mulai semua lagi dari nol, menghadapi keterpurukan ini bersama.

Ya Robb.. bagaimana saya bisa mengambil sertifikat rumah dalam kondisi seperti ini…
Ya Robb.. jika Engkau mengijinkan, akan hamba jual rumah itu setelah sertifikatnya keluar..

Engkaulah Maha pengasih dan Maha penyayang. Setiap setelah sholat saya sholawatin foto rumah dan print out hutang yang harus dibayar, lebih-lebih jika waktu sholat Tahajud saya nangis sejadi-jadinya ngadu sama Allah, mohon ampunan Allah, biarlah Allah yang memberikan solusinya..

Agustus akhir, seorang hamba Allah yang mengetahui keadaan saya menelpon dan menanyakan rekening saya. Beliau meminjamkan uangnya 150 jt untuk tambahan saya menebus sertifikat rumah.

Allahuakbar!! Allahuakbar!!
Inilah solusi yang Allah berikan. Allah yang telah mengetuk hati seorang hamba untuk membantu keluarga saya.

Keesokan harinya saya ajuin permohonan keringanan penutupan kredit. Disupport teman-teman di grup Komunitas Tanpa Riba, bahkan ada yang berbagi info kalau saya ke BI dan lakukan BI checking minta printout dari sana berapa sisa pokok pinjaman. Setelah dari BI dan hasil printout menunjukkan sisa pinjaman 147 juta. Di bank hasil pinjaman 203 juta.

Proses negosiasi saya mulai, saya ajukan penutupan di angka 171 juta dan Alhamdulillah di acc! Alhamdulillah setelah 6 tahun akhirnya sertifikat itu bisa kembali ke saya..

Semoga kita semua istiqomah untuk tidak mendekati riba. Semoga Allah SWT memudahkan jalan kita menjemput rejeki yang halal dan berkah..

#AllahMahaPengampun
#
KembaliKeAllah
#MintaSamaAllah

——————————

Demikian kisah dari mbak Misnayati Misdi, seperti yang diceritakan kembali oleh mas Saptuari di grup facebooknya.

Ingatlah pesan Nabi Muhammad SAW: “Jauhi 7 perkara yang membinasakan (membawa pada kehancuran), diantaranya… memakan RIBA” [HR Bukhari 2766 & Muslim 89]

Semoga kisah di atas bisa kita jadikan pelajaran, agar lebih berhati-hati dalam hidup ini, agar ALLAH selamatkan hidup kita dari rejeki yang haram yang mendatangkan kecelakaan.

Aamiin..

kisah bebas hutang riba ibu misnayati misdi

Bagikan