Investasi Properti Syariah Dengan Passive Income

Apakah sebelumnya Sahabat sudah pernah mendengar istilah investasi properti syariah atau bisa juga disebut hunian islami dengan passive income?

Jika belum, maka sebaiknya Sahabat menyempatkan membaca artikel ini hingga tuntas.

Investasi hunian islami dengan passive income sejatinya adalah investasi di bidang properti khususnya di properti syariah yang tujuannya memang untuk dijadikan hunian ke depannya dan sekaligus bisa mendatangkan keuntungan secara produktif dan pasif juga.

Maksudnya keuntungan secara produktif adalah bisa menghasilkan uang bagi orang tersebut secara periodik. Baik bulanan atau tahunan. Bahkan harian. Dan pasif artinya tidak perlu melakukan apa-apa untuk mendapatkan penghasilan tersebut.

Mungkin Anda mengira properti yang dimaksud adalah kos-kosan atau kontrakan petakan. Atau mungkin yang sekarang lagi marak, yaitu kavling kebun produktif.

Kalau Sahabat mengira seperti itu, tidak salah juga. Karena memang properti-properti tersebut bisa menghasilkan cashflow rutin secara periodik.

Namun pertanyaan selanjutnya, apakah bisa Anda huni? Atau dijadikan tempat tinggal Anda dan keluarga Anda sekaligus mendatangkan keuntungan periodik Anda?

Jawabannya: Tidak bisa..

Sahabat harus memilih atau memiliki kedua tipe properti yang berbeda tersebut untuk bisa mendatangkan dua manfaat sekaligus untuk Anda: Rumah sebagai hunian. Dan kos-kosan/kontrakan/kavling produktif sebagai properti produktif yang menghasilkan passive income untuk Anda.

Tak heran muncul perspektif atau anggapan di masyarakat bahwa investasi properti yang produktif hanyalah untuk orang yang memiliki banyak dana saja. Hanya orang-orang yang sudah punya rumah saja yang bisa investasi di properti produktif.

Sementara bagi masyarakat yang lain, yang masih jadi kontraktor (masih ngontrak untuk huniannya), dan masih berjuang untuk mendapatkan rumah atau hunian pertamanya, investasi hunian yang bisa produktif menghasilkan passive income hanyalah angan-angan yang entah kapan bisa tercapainya.

Sebuah anggapan yang memang wajar adanya. Dan sangat bisa dimaklumi.

Bagaimana tidak?

Bisa Sahabat bayangkan berapa investasi yang dibutuhkan agar Anda bisa memiliki kos-kosan atau kontrakan. Investasi untuk tanahnya. Dan jangan lupakan juga investasi untuk membangun kos-kosan atau kontrakannya. Total investasi yang dibutuhkan bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Kemudian bagaimana dengan kavling kebun produktif?

InsyaAllah akan dibahas pada tulisan selanjutnya..

Bagikan