Hindari Dan Ubahlah Mindset Riba

 

hindari mindset ribawi

Disadari atau nggak, ada sebagian saudara – saudara kita sesama muslim yang masih bersikap pesimis atau terkesan menyinyiri orang-orang yang memberikan solusi dari praktek riba.

Mereka beranggapan bahwa Indonesia ini adalah negara yang sistem hukumnya belum menerapkan hukum Islam sebagai landasan hukumnya.

Mereka berkilah bahwa kalau Indonesia masih belum menerapkan hukum Islam, maka sistem riba tidak akan bisa dihilangkan. Sehingga mau tidak mau kita sebagai masyarakatnya juga harus menerima sistem riba tersebut.

Jadi kalau misalnya sampai kiamat nanti Indonesia ini bukan negara yang memakai hukum Islam, apa kita mau terus menerus melakukan praktek riba sampai mati, dan jelas-jelas Allah dan Rasul-Nya akan memerangi para pelaku riba tersebut di akhirat nanti?

Na’udzubillah…

Seolah mereka hanya bisa bersikap pasrah dan menerima bahwa selama Indonesia bukan negara yang berlandaskan hukum syariat, mereka tidak bisa meninggalkan praktek riba.

Untuk anggapan tersebut, maka saya ingin menanyakan pertanyaan-pertanyaan ini:

1. “Untuk apa kita berjuang (memikirkan atau bertindak) untuk sesuatu yg hanya membuang energi..??”
2. “Untuk apa juga protes ke pemerintah dan bersikap selalu menyalahkan keadaan yang belum ideal..??”
3. “Padahal kita bisa pilih: mau praktek riba, atau SABAR dulu..??”

Ingat bahwa sebagian besar (90% lebih) orang yang berhutang itu bukan karena mereka terjepit kebutuhan seperti kena musibah, sakit, atau hutang untuk makan dan sebagainya.

Tapi hampir kebanyakan orang menempuh pembayaran kredit riba atau hutang Bank adalah untuk:

– Kepemilikan KENDARAAN
(padahal bisa naik kendaraan umum, atau beli second semampunya)

– Kepemilikan RUMAH
(padahal bisa sewa, atau bersabar bangun secara bertahap)

– MODAL USAHA
(padahal ada banyak pilihan usaha, dan bisa dimulai dengan modal kecil/seadanya dulu)

Naah kan.. Siapa yang masih begini??
Hayo ngakuuuu..

Jadi kalau kita mau terbebas dari riba, tanamkan dalam mindset (pola pikir) diri sendiri dan keluarga kita, bahwa riba itu adalah salah satu dari DOSA BESAR dan rugi besar..!

Daripada kita teriak-teriak dan protes ke pemerintah untuk menghapus sistem riba yang belum tentu mereka akan mendengar apalagi menerima masukan kita, akan lebih baik energi kita disalurkan untuk hal yg lebih kecil skalanya dan relatif bisa kita kuasai.. yaitu diri sendiri dan keluarga.

Jika sudah terbiasa, maka kita lanjut untuk membantu orang-orang sekitar yang masih terjerat RIBA. Tapi bukan berarti harus membantu dalam bentuk UANG juga ya, karena uang tidak menyelesaikan hutang..!!

Jadi untuk apa kita mengubah bank menjadi syariah 100%  (cita-cita) dan mempertahankan mindset “KALAU GAK HUTANG GAK BISA PUNYA APA-APA..??”

Mulai sekarang kita harus tegas bahwa mindset tersebut adalah KELIRU. Karena sebenarnya hutang itu membuat:

  1. menjadi kebiasaan untuk mengambil keputusan pendek dalam membeli sesuatu.
  2. pikiran menjadi tidak kreatif karena 80% porsi berfikir kita digunakan hanya fokus untuk kejar setoran dan jatuh tempo.
  3. jadi manja, saat ada keperluan besar pikiran kita hanya tertuju ke hutang sebagai satu-satunya cara.
  4. menjadi sulit mengatur keuangan.

Jadi jika kita mau berperang melawan riba, lawan dulu mental dan kebiasaan HUTANG RIBAWI dari diri sendiri, keluarga dan masyarakat agar mereka sadar dan perlahan mulai meninggalkan hal tersebut.

Jangan menunggu negara ini menjadi negara Islam dulu baru kita mau berubah dan berhenti dari praktek riba. Jangan menunggu negara Indonesia ini menjadi negara yang berlandaskan hukum syariat dulu baru kita aktif mensyiarkan bahwa riba itu haram.

Karena haram tidaknya hukum sesuatu itu bukan ditentukan oleh sistem pemerintahan atau negaranya. Karena riba itu tetap haram hukumnya sekalipun seandainya kita tinggal di negara liberal atau sekuler.

Jadi saya mendoakan setulus hati siapapun Anda yang membaca tulisan ini yang masih “mesra” tapi terpaksa melakukan praktek riba; apakah sebagai pihak yang memberi atau yang menerima riba tersebut, semoga Allah memberi petunjuk agar segera terbebas dari riba.

Juga semoga kita semua dijauhkan dari kondisi terjepit ataupun sempit, dan Allah SWT senantiasa menolong serta melimpahkan berkah pada rezeki yang kita terima baik besar ataupun kecil jumlahnya.

Aamiin..

Bagikan