Hati Pembenci Menjauhkan Rezeki

Kisah inspiratif ini adalah pengalaman pribadi dari Mas Saptuari tentang bagaimana beliau menata dan berdamai dalam hatinya atas masa lalunya yang telah banyak menguras emosi dan perasaan yang gak enak terhadap orang lain.

Mudah-mudahan kita bisa mengambil pelajaran berharga ya. Aamiin..

***

Saya berada di tengah-tengah 270 an peserta Millionare Mindset Bootcamp di sebuah hotel di Jogja yang dibimbing pak Mardigu Wowiek, pemilik 32 perusahaan nasional dan pendiri Rumah Yatim Indonesia dengan 7000 anak asuh itu.

Pada satu sesi, pak Wowiek dan teamnya bergantian membimbing peserta..
“keluarkan seluruh dendam kalian, rasa marah dan kecewa kalian yang ada di hati terdalam! Keluarkaaannn!!!”

Kertas putih yang diletakkan di atas kursi itu jadi sasaran hantam mereka, dipukul sekuat tenaga. Energi buruk itu keluar semua diantara jeritan dan teriakan yang memekakkan telinga.. Saya tidak tau apakah ada kursi yang jebol menampung kemarahan itu.

Tapi saya gagal.. Saya gagal mengeluarkan amarah saya.. Di sebelah saya kang Otang seorang therapist dan penggiat NLP juga diam. Ruangan dimatikan lampunya, tapi ada sedikit bayangan saya bisa melihatnya dia diam saja.. 5 orang di belakang saya mengamuk sejadi-jadinya, kami semua duduk di lantai dengan kursi di depan kami untuk dijadikan sangsaknya..

Saya gagal..! Tapi saya menemukan ilmunya..

Saya berusaha menemukan dendam, kemarahan, kecewa, amarah, dengki, dan semua kebusukan yang ngganjel di hati.. Saya paksa keluarr agar jadi hantaman..

Dan saya tetap gagal..

Selama 5 menit yang gelap itu, hanya bibir saya yang terus bergerak.. Tak henti mengucapkan: Hasbunallah wani’mal wakil, ni’mal maula wani’man nasir (Cukup bagiku Allah sebaik-baik penolong dan pelindungku).

Saya sudah berdamai dengan masa lalu saya..

Untuk orang yang pernah memaki saya, membully, merendahkan, mengancam, mencaci maki, menusuk dari belakang, mengkhianati, menipu saya, menggoblokkan dan mentololkan saya, mengirimkan ‘cuih’nya kepada saya, mengusir serta menolak saya selama masa kecil hingga dewasa, sudah saya maafkan dan ikhlaskan semua..

Dendam itu tidak muncul..
Amarah itu tidak ada lagi…
Kecewa itu jadi lebur entah kemana…

Sselama 5 menit pertempuran hebat itu, kursi dan kertas tetap utuh..

Saya dapat ilmunya, saya dapat..!!

Panteess setelah 6 tahun saya babak belur dihajar utang dan riba, dalam 8 bulan saya bisa melunaskan semuanya..
Lunass nass!!
Ludess dess!!

Selama itu saya fokus pada hal-hal baik yang bisa saya lakukan, daripada sibuk menebar kebencian dan keburukan..

Saya berusaha kerasss jangan sampai mendzolimi orang lain, jangan sampai mengecewakan siapapun, saya rela minta maaf duluan jika tindakan saya salah dan melukai hatinya..

Saya gak makan gengsi..
Saya gak mau jadi pendengki..
Saya gak mau hati saya terkotori..

Pantes selama 8 bulan berjuang bebas utang itu ALLAH SWT hadirkan banyak keajaiban dalam hidup saya.

Rejeki berdatangan dari mana-mana, solusi hadir dari banyak tempat, saya fokus pada langkah-langkah kebaikan yang bisa saya lakukan tiap hari, dan saya tidak mengijinkan hati ini ternodai keburukan..

Ini ilmunya ALLAH… tak terbantahkan!

“Di dalam hati mereka ada penyakit, maka Allah menambah penyakit tersebut, dan mereka akan mendapatkan siksa yang pedih akibat apa yang mereka dustakan“
(QS. al-Baqarah: 10).

Bayangkan jika semua kebencian, kedengkian, dan keburukan itu dipendam di hati berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun lamanya, seperti kita membawa telor busuk, tomat busuk, atau kentang busuk di tas kita.. Bau menyengat kemana-mana!

Makanya kita kerasa banget jika berdekatan dengan orang yang hatinya dengki, maka ucapannya juga hanya akan menyakiti hati..

Jadi untuk kalian yang sedang berjuang lepas dari riba dan utang. Hal mendasar ini yang harus lebih dulu dibenahi… hati..

Bersihkan hati..
Perbanyak taubat..
Lakukan kebaikan-kebaikan..
Dari situlah rejeki-rejeki akan berdatangan..
Dan solusi-solusi akan Allah hadirkan…

Ayo.. berdamailah dengan masa lalumu, agar langitmu kembali biru..

Bagikan