Informasi Acara Gathering Perumahan Hasanah City Bandung

Skema penjualan yang kami prioritaskan di Hasanah City Bandung (HCB) adalah bertemunya antara calon peminat unit di HCB dengan seluruh jajaran menejemen HCB dalam satu acara perkumpulan bersama yaitu Acara Gathering.

Dari acara gathering tersebut kami mengharapkan seluruh calon pembeli bisa mendapatkan edukasi mengenai perumahan syariah dan bahaya dari riba. Sedangkan untuk hasilnya nanti apakah calon pembeli jadi membeli unit di HCB ataupun tidak, itu bukan masalah.

Intinya, ketika calon pembeli jadi membeli namun tidak faham dengan konsep kami, maka kami akan merasa gagal. Sedangkan jika calon pembeli tidak jadi membeli tetapi sudah mendapatkan edukasi dan akhirnya faham, maka hal ini tentu menjadi kebahagiaan juga bagi kami.

 

Tujuan Acara Gathering

  1. Edukasi terlebih dahulu agar seluruh peminat HCB mengerti tentang riba, serta property syariah, akad pembeliannya yang sesuai Fiqh Muamalah
  2. Persaudaraan dan tali silaturahmi sesama umat islam yang ingin membeli unit di HCB bisa terjalin dengan baik.

 

Yang Akan Didapatkan Saat Gathering

  1. Promo harga pembukaan hanya bagi yang menghadiri Acara Gathering, dimana akan jauh lebih menguntungkan bagi konsumen yang hadir
  2. Mendapatkan 1 tiket/NUP (Nomor Urut Pemesanan)
  3. Bonus tambahan informasi cara investasi sesuai syariah Islam
  4. Apa itu riba dan penjelasan lengkap serta interaktif oleh pakarnya
  5. Siapa kami Hasanah City Bandung by Hasanah Land Group??
  6. Tambahan networking dan teman terbaik bagi Sahabat semua kedepannya
  7. Mindset yang benar di dunia Properti Syariah

 

Berapa Harga Tiket Gathering?

Harga tiket gathering HCB sebesar 200 – 350rb untuk 1 orang peserta acara gathering (akan diinformasikan lebih lanjut saat pembukaan tiket Gathering).

 

Catatan Tambahan:

– Boleh membawa maksimal 1 orang tambahan, namun orang tersebut tidak mendapatkan nomor NUP, melainkan hanya mendapatkan kursi & makan saja

– Jika calon pembeli sudah mendaftar dan transfer tiket acara gathering lalu tidak bisa hadir, maka tiket TIDAK BISA diuangkan kembali atau DIREFUND. Tapi tiket masih tetap berlaku untuk mendapatkan harga spesial Gathering saat pelaksanaan acara Gathering berikutnya

– 1 tiket atau 1 NUP BISA untuk membeli lebih dari 1 unit

– Saat Acara berlangsung, Peserta Gathering Tidak boleh mendatangi teller atau tempat pemilihan unit kami sebelum dipanggil sesuai urutan NUP

– Apabila tidak menuruti sistem peraturan saat gathering, maka tidak diperkenankan memilih unit atau bertanya lebih lanjut

– Diharapkan sabar dan mendahulukan nomor NUP yang telah disepakati (Tidak boleh saling mendahului)

– Diharapkan datang pada saat registerasi ulang mulai pukul 07:30 WIB nantinya ketika mengikuti gathering

– Membawa form biodata dan undangan serta mengingat NUP yang telah diberikan nantinya

– Menginformasikan kehadiran pada H-1 sebelum acara gathering ketika sudah mendaftar dengan membayar tiket acaranya

Bagikan

Solusi Bagi Para PNS (Bag. 2)

Tulisan ini lanjutan dari artikel sebelumnya yaitu Solusi Untuk PNS (Pengen Ngelunasi Sisa utang), yaitu solusi untuk temen-temen PNS yang pengen terbebas dari utang riba.

Setelah bertaubat dengan bersungguh-sungguh kepada Allah ta’ala atas dosa riba yang pernah dilakukan dulu, maka kemudian niatkan dalam hati untuk berazzam bahwa kita tidak akan mengulangi lagi praktek riba dalam hidup kita.

Selanjutnya baru kita ke solusi teknis, seperti yang disebutkan di bawah ini:

SIAP KEHILANGAN
Yang dimaksud dengan kehilangan disini adalah kehilangan benda-benda atau asset yang disadari atau tidak selama ini membuat kita tersandera.

Misalnya utang dengan jaminan SK itu hanya akan lunas di waktu yang telah ditentukan. Pihak pemberi utang tentu tetap merasa tenang karena ada jaminan dari tempat kita bekerja karena tiap bulan gaji kita otomatis langsung terpotong. Gak ada kredit macet dan PASTI UNTUNG!

Kalau misalnya kita berhutang dengan kurun waktu 5 tahun, kemudian baru setahun sudah terasa begitu sempit di dada, bagaimana caranya kita mau memblokir yang 4 tahun sisanya?
Lunasi pokoknya, tebass langsung!

Uangnya dari mana mas? Salah satu cara tercepatnya ya dengan menjual asset!

Punya motor? Bisa dijual..
Punya mobil? Bisa dijual..
Punya tanah? Bisa dijual..
Punya rumah? Bisa dijual juga..

Hasil penjualan itulah 100% harus untuk bayar utang. Jangan untuk yang lain-lain. Kalaupun masih nombok setidaknya gak terlalu banyak lah.

“tapi untuk jual barang dan asset itu kan gak gampang mas? Susah cari pembeli! Bisa berbulan-bulan gak laku-laku juga!”

Oke sekarang kita harus pakai ilmunya ALLAH sesuai yang diajarkan Nabi Muhammad SAW yaitu SEDEKAH DI DEPAN..!!

Niatnya diganti, bukan begini:
“Kalau rumah saya sudah laku, saya akan sedekah 10 juta untuk anak-anak yatim dan orang-orang fakir miskin..”

Tapi begini:
“Saya akan sedekah 10 juta untuk anak-anak yatim dan orang fakir miskin agar ALLAH ridho dan memberikan jalan keluar dari arah yang Dia kehendaki..”

Kalo udah gitu pasti tuh Allah bakal ridho dan seneng ngelihat hamba-Nya begitu..

Sepanjang saya mengisi seminar “Kembali Ke Titik Nol” di berbagai kota, udah banyak yang ngasih testimoni bahwa asset mereka terjual setelah rutin ngasih makan anak-anak yatim dan duafa. MasyaAllah..

CARI PENDAPATAN LAIN YANG HALAL
Sambil jalan pada proses menjual asset, gak usah malu untuk cari kegiatan lain yang bisa menghasilkan rupiah di luar jam kerja, apapun kerjaannya gak masalah selama itu halal!

Bisa nyambi jadi driver ojek online. Lepaskan sementara seragam PNS, kemudian ganti jaket warna warni. Yang penting halal.. angkut!

Atau mau jualan? Juga gak dilarang.. Bisa belajar jualan online, cari produk dari orang lain dulu, bisa jilbab atau pakaian muslim/ah, casing HP, flasdisk, madu, sambel kemasan, atau obat herbal, apapun itu, pokoknya asal halal ya jalankan. Kumpulkan uangnya untuk membayar pokok utang..

UBAH GAYA HIDUP
Salah satu penyebab kita gampang gengsi adalah gampang emosi ngeliat kawan bisa beli barang-barang baru. Solusinya gak usah gampang panas ketika teman sekantor pada pamer limit kartu kredit, pamer mobil baru, pamer motor, laptop, apalagi cuma HP baru. Itu hanya hal yang remeh temeh.

Inget tujuan awalmu. Pokoknya bisa utang lunas nass. Fokusss jangan gampang panas!

MINTA DOA ORANG TUA
The last but not the least, ini juga paling penting. Mereka yang melahirkan dan membesarkan kita. Cium tangan bahkan kaki mereka, minta doa dari mereka agar kita bisa makin kuat menghadapi jeratan utang itu. Dan agar ALLAH SWT semakin ridho dengan kita.

Jika saatnya nanti moment mengharukan itu datang dan engkau sudah bisa membebaskan SK mu, jangan pernah lagi menyekolahkannya. Mulailah hidup hemat dalam mengelola keuangan.

Setelah itu yakin deh, ketika hati sudah tenang dan pikiran lapang, semua potensi dalam diri dan kreativitasmu bakal keluar. Akibat energi kebaikan akan menjadi berlipat, dan rejeki akan datang lagi lebih berkah dan lebih banyak insyaAllah..

Ingat kawan.. kalau kita meninggalkan sesuatu keburukan karena Allah, maka Dia pasti akan menolong kita dan mengganti dengan sesuatu yang lebih baik lagi.

“Barangsiapa yang berhijrah di jalan ALLAH, niscaya mereka akan mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak..” [QS An-Nisa : 100]

Selamat berjuang kawan! Semoga kelak engkau menjadi PNS sungguhan.. (P)engen (N)ambah (S)edekah. Sedekahnya jadi bisa lebih banyak. Karena rejeki terus datang berlimpah dan berkah. Aamiin..

Salam lunas!

*****

Sumber tulisan @Saptuari

Bagikan

Solusi Bagi PNS (P)engen (N)gelunasi (S)isa Utang

Saya pernah dapat kiriman dari seorang teman di Karawang, tentang headline koran lokal “GAJI GURU PNS SAMPAI MINUS” dengan gambar orang yang seluruh tubuhnya terbelit utang.

Ngerii..!

Terus ada juga kawan saya seorang mantan wartawan di Pekalongan mengirimkan video dokumenter buatannya, tentang seorang bapak pensiunan guru yang harus mengayuh sepeda pulang pergi sejauh 34 KM dari jam 12 malam ke loket pengambilan uang pensiun demi bisa mengantri lebih awal di waktu subuh.

Apakah uang yang diterima oleh pensiunan itu utuh? Tidak.. Uang pensiun yang ia terima adalah 3,9 juta tapi ia hanya mendapatkan sisa 395.000. Ini karena tiap bulan dia harus membayar utang ke lembaga keuangan sebesar 3,5 juta x 60 bulan = 210 juta. Padahal uang yang diterima hanya 80 juta yang katanya dulu untuk beli sawah.

Siapapun yang melihat video itu pasti akan merasakan nyesek di ulu hati. Beneran.. Baik yang gak punya utang, yang masih punya utang, maupun yang masih kerja di tempat ngutangin uang. Pasti dalam hati kecil kita semua bilang ini gak adil dan dzalim! Ada yang salah di sistem keuangan di negeri ini yang berdampak dahsyat hingga ke level masyarakat bawah..

Allah SWT telah berfirman:
“Allah memusnahkan RIBA dan menyuburkan sedekah. Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran dan bergelimang dosa.” [QS. Al-Baqarah: Ayat 276].

Nabi Muhammad SAW juga pernah bersabda:
“Jauhi 7 perkara yang membinasakan (membawa pada kehancuran), yaitu diantaranya… memakan RIBA” [HR Bukhari 2766 & Muslim 89].

Kawan, tau kah kalian jeritan kawan-kawan PNS yang curhat tersebut ternyata intinya sama:
“Saya ingin bebas dari semua utang mas!”
“Saya kapok mas! Kerja tapi gak pernah nerima gaji!”
“Saya siap kembali ke nol mas! Ampun deh ngikutin gaya hidup pamer di kantor!”
“Wis kapok mass.. kapok! Hidup siang malam kok hanya mikirin cicilan.. kerjaan saya malah gak bener jadinya!”

Sebenarnya saya sudah sering bahas solusinya, dan kuncinya hanya satu: mau nggak kita menjalaninya?

Berat? Ya berat laah!
Berdarah-darah? Jelass.. pasti dramatis!
Bikin malu? Tentu! Tapi yang pasti gak malu-maluin di depan ALLAH..

TAUBAT
Yang pertama harus dilakukan jelas minta ampun sama ALLAH SWT karena kita sudah melanggar aturan-Nya dengan bermain riba. Pokoknya bertaubat dengan sebenar-benarnya. Kejar ampunan ALLAH. Pada titik ini gak usah nyari solusi dulu, kejar ampunan ALLAH agar pintu-pintu kemudahan nanti Allah bukakan.

Kita memantaskan diri sebagai hamba yang penuh dosa dan minta belas kasihan serta ampunan dari Tuhan yang menciptakan kita.. Inilah level paling atas.

BERAZZAM
Artinya berniat dengan sangatt sungguh-sungguh untuk bebas dari utang dan riba! Di titik ini kalau niat kita sudah begitu kuat maka akan timbul perasaan jijik dari dalam diri terhadap utang riba itu sudah pada level seperti jijik melihat babi dan khamar.

Kan semua hal tersebut jelas-jelas diharamkan oleh ALLAH, yang punya langit dan bumi ini. Maka pilihannya hanya satu; kita taat dan patuh pada aturan itu! Baca lagi Quran Surat Al Baqarah 275. Apa kita masih mau ngeyel sama aturan ALLAH?

Setelah pada tahap berazzam ini banyak orang yang mengirimkan testimoni bahwa mereka mulai merasakan keajaiban dan kemudahan. Ketika sudah punya niat yang kuat dan mantab untuk meninggalkan riba maka satu demi satu pertolongan Allah itu datang.

Rasulullah SAW pernah bersabda:
“Allah akan bersama (memberi pertolongan pada) orang yang berhutang (yang INGIN MELUNASI hutangnya) sampai dia melunasi hutang tersebut, selama hutang tersebut bukanlah sesuatu yang dilarang oleh Allah.” [HR. Ibnu Majah no. 2400].

***

Bersambung ke artikel selanjutnya “Solusi Bagi Para PNS (Bag. 2)

Bagikan

Hindari Dan Ubahlah Mindset Riba

 

hindari mindset ribawi

Disadari atau nggak, ada sebagian saudara – saudara kita sesama muslim yang masih bersikap pesimis atau terkesan menyinyiri orang-orang yang memberikan solusi dari praktek riba.

Mereka beranggapan bahwa Indonesia ini adalah negara yang sistem hukumnya belum menerapkan hukum Islam sebagai landasan hukumnya.

Mereka berkilah bahwa kalau Indonesia masih belum menerapkan hukum Islam, maka sistem riba tidak akan bisa dihilangkan. Sehingga mau tidak mau kita sebagai masyarakatnya juga harus menerima sistem riba tersebut.

Jadi kalau misalnya sampai kiamat nanti Indonesia ini bukan negara yang memakai hukum Islam, apa kita mau terus menerus melakukan praktek riba sampai mati, dan jelas-jelas Allah dan Rasul-Nya akan memerangi para pelaku riba tersebut di akhirat nanti?

Na’udzubillah…

Seolah mereka hanya bisa bersikap pasrah dan menerima bahwa selama Indonesia bukan negara yang berlandaskan hukum syariat, mereka tidak bisa meninggalkan praktek riba.

Untuk anggapan tersebut, maka saya ingin menanyakan pertanyaan-pertanyaan ini:

1. “Untuk apa kita berjuang (memikirkan atau bertindak) untuk sesuatu yg hanya membuang energi..??”
2. “Untuk apa juga protes ke pemerintah dan bersikap selalu menyalahkan keadaan yang belum ideal..??”
3. “Padahal kita bisa pilih: mau praktek riba, atau SABAR dulu..??”

Ingat bahwa sebagian besar (90% lebih) orang yang berhutang itu bukan karena mereka terjepit kebutuhan seperti kena musibah, sakit, atau hutang untuk makan dan sebagainya.

Tapi hampir kebanyakan orang menempuh pembayaran kredit riba atau hutang Bank adalah untuk:

– Kepemilikan KENDARAAN
(padahal bisa naik kendaraan umum, atau beli second semampunya)

– Kepemilikan RUMAH
(padahal bisa sewa, atau bersabar bangun secara bertahap)

– MODAL USAHA
(padahal ada banyak pilihan usaha, dan bisa dimulai dengan modal kecil/seadanya dulu)

Naah kan.. Siapa yang masih begini??
Hayo ngakuuuu..

Jadi kalau kita mau terbebas dari riba, tanamkan dalam mindset (pola pikir) diri sendiri dan keluarga kita, bahwa riba itu adalah salah satu dari DOSA BESAR dan rugi besar..!

Daripada kita teriak-teriak dan protes ke pemerintah untuk menghapus sistem riba yang belum tentu mereka akan mendengar apalagi menerima masukan kita, akan lebih baik energi kita disalurkan untuk hal yg lebih kecil skalanya dan relatif bisa kita kuasai.. yaitu diri sendiri dan keluarga.

Jika sudah terbiasa, maka kita lanjut untuk membantu orang-orang sekitar yang masih terjerat RIBA. Tapi bukan berarti harus membantu dalam bentuk UANG juga ya, karena uang tidak menyelesaikan hutang..!!

Jadi untuk apa kita mengubah bank menjadi syariah 100%  (cita-cita) dan mempertahankan mindset “KALAU GAK HUTANG GAK BISA PUNYA APA-APA..??”

Mulai sekarang kita harus tegas bahwa mindset tersebut adalah KELIRU. Karena sebenarnya hutang itu membuat:

  1. menjadi kebiasaan untuk mengambil keputusan pendek dalam membeli sesuatu.
  2. pikiran menjadi tidak kreatif karena 80% porsi berfikir kita digunakan hanya fokus untuk kejar setoran dan jatuh tempo.
  3. jadi manja, saat ada keperluan besar pikiran kita hanya tertuju ke hutang sebagai satu-satunya cara.
  4. menjadi sulit mengatur keuangan.

Jadi jika kita mau berperang melawan riba, lawan dulu mental dan kebiasaan HUTANG RIBAWI dari diri sendiri, keluarga dan masyarakat agar mereka sadar dan perlahan mulai meninggalkan hal tersebut.

Jangan menunggu negara ini menjadi negara Islam dulu baru kita mau berubah dan berhenti dari praktek riba. Jangan menunggu negara Indonesia ini menjadi negara yang berlandaskan hukum syariat dulu baru kita aktif mensyiarkan bahwa riba itu haram.

Karena haram tidaknya hukum sesuatu itu bukan ditentukan oleh sistem pemerintahan atau negaranya. Karena riba itu tetap haram hukumnya sekalipun seandainya kita tinggal di negara liberal atau sekuler.

Jadi saya mendoakan setulus hati siapapun Anda yang membaca tulisan ini yang masih “mesra” tapi terpaksa melakukan praktek riba; apakah sebagai pihak yang memberi atau yang menerima riba tersebut, semoga Allah memberi petunjuk agar segera terbebas dari riba.

Juga semoga kita semua dijauhkan dari kondisi terjepit ataupun sempit, dan Allah SWT senantiasa menolong serta melimpahkan berkah pada rezeki yang kita terima baik besar ataupun kecil jumlahnya.

Aamiin..

Bagikan

Kenapa Harus Menghindari KPR Bank

alasan hindari KPR Bank

Setidaknya ada 5 alasan mengapa sebaiknya kita menghindari KPR Bank, selain karena pada KPR Bank itu terdapat akad batil dan mengandung transaksi riba yang diharamkan di dalam syariat Islam:

1. Proses BI Checking Yang Ribet dan Memberatkan
Ini adalah tahap awal jika kita mau mengajukan KPR ke bank. Prosesnya ini bisa memakan waktu berminggu-minggu. Hal ini karena bank akan memverifikasi data-data kita secara mendalam. Bagi Anda yang bekerja sebagai pegawai atau karyawan tetap, mungkin hal ini tidak terlalu menjadi persoalan. Karena kelengkapan data kita sudah disediakan oleh kantor.

Namun bagi orang-orang yang bekerja sebagai wirausaha mikro,UKM, ataupun pedagang, syarat yang diperlukan tentu cukup memberatkan dan wajib dipenuhi. Seperti izin usaha, laporan keuangan yang mendalam, serta aliran kas usaha yang stabil.

Jika kita gagal memenuhi salah satu dari kriteria tersebut, maka pengajuan akan ditolak. Dan itu artinya impian kita untuk memiliki rumah harus dikubur dalam-dalam.

2. Denda Keterlambatan Pembayaran Membuat Biaya Yang Dikeluarkan Menjadi Sangat Besar
Ketika pengajuan ke Bank sudah diterima kemudian kita mulai mencicil, maka tidak boleh ada istilah terlambat dalam membayar cicilan walaupun keterlambatannya hanya sehari. Karena jika kita terlambat, maka akan dikenakan denda yang besarnya sesuai kebijakan bank yang menyediakan fasilitas KPR tersebut.

Tentu saja hal ini membuat biaya yang dikeluarkan untuk memiliki rumah menjadi semakin membengkak. Tak akan ada toleransi untuk keterlambatan pembayaran cicilan tersebut apapun alasannya.

3. Debt Collector Yang Meneror Bila Telat Membayar Selama Beberapa Bulan
Apabila kita sudah tidak mempu membayar cicilan karena alasan apapun, maka bersiap-siaplah menghadapi para debt collector yang memang sudah disewa oleh pihak bank agar kita segera membayar cicilan yang tertunggak.

Bisa dibilang Debt collector tersebut diberi wewenang untuk terus menekan, memaksa atau memojokkan nasabah agar segera membayar cicilan yang sudah tertunggak. Kalau sudah seperti ini tentu kita merasa tidak nyaman dan aman lagi.

4. Resiko Sita jika Gagal Bayar
Jika kita sebagai nasabah sudah tidak mampu membayar cicilan apapun alasannya, maka bersiap-siaplah untuk mengosongkan rumah. Dan akhirnya rumah tersebut harus diserahkan kembali ke pihak bank untuk kemudian dilelang.

Kemudian besaran nilai lelang juga hanya pihak bank yang menentukan dengan ketentuan nilai tersebut harus menutupi kekurangan cicilan nasabah.
Lalu kita sebagai nasabah hanya bisa meratapi hilangnya aset rumah tersebut dan juga kesia-siaan membayar cicilan selama ini.

Yang paling menguras emosi adalah jarang sekali pihak bank memberikan kelebihan sisa lelang rumah kepada nasabah karena biasanya rumah sitaan dilelang jauh di bawah harga pasar agar cepat laku.

5. Resiko Pinalty jika Melunasi Lebih Cepat
Sudah menjadi rahasia umum jika seandainya nasabah ingin mempercepat pelunasan cicilan rumah tersebut, maka nasabah akan dikenakan pinalty (biaya tambahan). Karena jika Anda sebagai nasabah ingin melunasi lebih cepat, hal tersebut berarti termasuk “ketidakpatuhan” Anda untuk membayar cicilan sesuai jangka waktu yang telah disepakati.

***
Jadi, masih mau membeli rumah dengan cara KPR Bank?

Selain karena hal tersebut termasuk riba yang sangat diharamkan dan termasuk dosa besar, KPR Bank tentu juga sangat merugikan serta memberatkan kita, sementara pihak Bank tidak akan pernah mau merugi.

Yuk hijrah..

Bagikan

4 Tipe Orang Yang Bermain Riba

Mari kita bahas lalu renungkan, gak usah emosi, kalaupun kesindir ya dinikmati. Semoga Allah SWT membuka hati kita..

Empat tipe orang ini saya dapatkan dari tulisan salah satu guru kami yang sudah beberapa tahun ini giat untuk syiar dan mengajak orang-orang agar hijrah dari riba.

TIPE 1: LUDES BABAK BUNDAS
Tipe ini paling tragis dan menyedihkan, berdarah-darah kuadrat. Seolah-olah hidupnya memang dibuat mines dan ngenes oleh ALLAH. Sudah harta habis, usaha bangkrut, nama baik hancur, harga diri tergadai, keluarga tercerai berai, dihadiahi sakit atau keluarga yang sakit bertahun-tahun, bahkan ada yang kehilangan keluarga tersayang selama-lamanya.

Ada yang bisa bangkit lagi, memulai hidup benar-benar baru, namun ada juga yang menyerah, meninggal dengan meninggalkan utang berserakan.

TIPE 2: IMPAS TAK BERSISA
Tipe ini kehilangan semua hartanya, kemarin punya apa-apa, sekarang kembali modal badan sadja! Mereka tidak sampai mengalami sakit berkepanjangan, atau musibah beruntun. Harta memang tak lagi punya tapi ALLAH sisakan badan sehat yang mempercepat dia bangkit lagi. Itulah modal yang paling berharga sesungguhnya.

TIPE 3: UNTUNG TAPI SEMPAT LINGLUNG
Lho mainan riba untung? Ada yang begitu… Beberapa kasus mereka berutang dalam bentuk property, dan untungnya dari kenaikan harganya, bukan dari akad ribanya.

Kasus beli rumah KPR 500 juta, sudah nyicil 8 tahun, masih 7 tahun lagi lunas. Memilih menjual rumahnya, ternyata ada kenaikan harga pasar jadi laku 700 juta, setelah dijual dikurangi sisa utang masih sisa 150 juta. Utang lunas, dan masih dapat sisa uang walaupun harus ngontrak lagi.

Dari beberapa cerita yang saya tangkap orang-orang seperti ini memiliki amalan khusus kepada ALLAH. Kebaikannya lebih banyak dari keburukannya, sehingga ketika taubat dari riba dan bersungguh-sungguh meninggalkannya, ALLAH SWT berikan banyak kemudahan dan keajaiban.

Sempat linglung? Yess.. walaupun cicilan lancar tapi seperti ALLAH cabut ketenangan hatinya yang gak bisa dibohongi. Hidup dengan tagihan itu memang tidak nyaman. Ibadahpun jadi gak khusuk mikir cicilan..

TIPE 4: DIBIARKAN OLEH ALLAH, TAPI HARUS WASPADA
Anggota group “ngeyelers” ada disini, mereka tetap yakin mainan riba karena belum merasakan efeknya. Bisnisnya tetap tumbuh, usahanya tetep untung, makin berkembang dan terus buka cabang. Kalau dinasehati oleh kawan dia akan bikin fatwa sendiri, seolah-olah Quran dan Hadist harus direvisi sesuai keinginan dia.

“Buktinya bisnisku tetap melaju kok, aku makin kaya raya, uangku makin banyak, aku bisa banyak sedekah kemana-mana. Biarlah ini jadi urusanku dengan Tuhan saja, kalian gak usah ikut-ikutan!”

Orang tipe ini memang dikeraskan hatinya oleh ALLAH SWT sehingga tidak mudah menerima kebenaran walaupun dari agama yang katanya dia anut. Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam memberikan pesan pada orang-orang seperti ini:

“Apabila kamu melihat Allah memberikan kepada seorang hambaNya di dunia ini apa yang hamba itu suka atau inginkan, sedangkan hambaNya itu selalu berbuat kemaksiatan, maka itulah ISTIDRAJ“.

Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam membaca surah (Q.S. Al-An’am: 44- 45)
44. Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu (kesenangan) untuk mereka. Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami SIKSA MEREKA SECARA TIBA-TIBA, maka ketika itu mereka terdiam putus asa.
45. Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Dan segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.

*****

Sudah.. sudah.. tidak perlu tunjuk sana-sini, mending ambil kaca dan arahkan ke badan sendiri, lalu tanyakan dalam hati: Saya masuk tipe yang mana?

Kalau masih termasuk dari salah satu yang 4 tipe tadi, semoga masih ada waktu untuk menebusnya dan memperbaiki diri..

orang yang bermain dan kena debu riba

Bagikan

Benarkah Allah Yang Ciptakan Kemiskinan?

Sebelum kita bahas lebih lanjut, coba isi titik-titik di bawah ini dan mohon dijawab dengan jujur..

1. Allah menciptakan tertawa dan …………… ??
2. Allah itu mematikan dan …………… ??
3. Allah itu menciptakan laki-laki dan …………… ??
4. Allah itu memberikan kekayaan dan ……………. ??

Sekarang coba lihat bagaimana jawabannya..

Saya yakin kita bisa menjawab sebagian besar dari pertanyaan tersebut di atas dengan benar. Kecuali jawaban untuk nomor 4.

KENAPA ???

Sekarang mari kita bahas..

Mayoritas kita tentu akan dengan mudah menjawab 3 pertanyaan di atas:
1. Tertawa dan Menangis
2. Mematikan dan Menghidupkan
3. Laki laki dan Perempuan

Tapi bagaimana dengan jawaban no. 4? Apakah benar jawabannya adalah Kemiskinan..?

Untuk mengetahui jawabannya, mari kita lihat rangkaian firman Allah SWT dalam Surah An-Najm ayat 43-45, dan ayat 48:

Jawaban no. 1

:ﻭَﺃَﻧَّﻪ ﻫُﻮَ ﺃَﺿْﺤَﻚَ ﻭَﺃَﺑْﻜَﻰ
“dan Dia-lah yang menjadikan orang tertawa dan menangis.”
(QS. An-Najm: 43)

Jawaban no. 2

:ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺃَﻣَﺎﺕَ ﻭَﺃَﺣْﻴَﺎ
“dan Dia-lah yang mematikan dan menghidupkan.”
(QS. An-Najm:44)

Jawaban no. 3

:ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﺧَﻠَﻖَ ﺍﻟﺰَّﻭْﺟَﻴْﻦِ ﺍﻟﺬَّﻛَﺮَ ﻭَﺍﻟْﺄُﻧﺜَﻰ
“dan Dia-lah yang menciptakan berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan..”
(QS. An-Najm:45)

Jawaban no. 4

:ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺃَﻏْﻨَﻰ ﻭَﺃَﻗْﻨَﻰ
“dan Dia-lah yang memberikan kekayaan dan KECUKUPAN..”
(QS. An-Najm:48)

Jadi berdasarkan ayat di atas, ternyata jawaban yang tepat untuk pertanyaan no. 4 bukanlah kemiskinan. Itu berarti secara tidak langsung kita juga sudah berburuk sangka kepada Allah SWT.

Karena sesungguhnya Allah memberikan kekayaan dan kecukupan kepada hamba-hamba Nya. Bukan kemiskinan seperti yang telah kita sangkakan selama ini.

Lalu darimana datangnya kemiskinan yang ada di sekitar kita?

Ternyata yang menciptakan kemiskinan itu adalah diri kita sendiri. Kemiskinan itu selalu kita bentuk dalam pola pikir kita. Dan dari pola pikir kita lah yang membentuk pola tindakan dan akhirnya terbentuk menjadi kebiasaan perilaku kita sehari-hari.

Itulah hakikatnya, mengapa orang-orang yang pandai bersyukur, walaupun hidupnya cuma pas-pasan tapi ia tetap bisa tersenyum bahagia. Karena ia merasa cukup, bukan merasa miskin dan selalu kekurangan.

Walaupun seseorang itu mempunyai banyak harta, tapi jika ia selalu merasa kekurangan dan tidak memiliki rasa cukup dalam hatinya, maka sejatinya itu juga adalah kemiskinan.

Karena pada dasarnya orang yang miskin harta dan orang yang memiliki mental miskin walaupun ia kaya harta adalah sama. Sama-sama tidak memiliki perasaan cukup dalam hatinya.

Semoga kita termasuk kepada golongan orang-orang yang selalu merasa cukup dan selalu bersyukur dalam segala hal, sehingga kita tidak menciptakan kemiskinan dalam hati kita sendiri.

Aamiin…

kaya dan miskin?

Bagikan

Sifat Uang (Bagian Yang Ke Tiga)

UANG ITU NUMPANG LEWAT

Ya, sifat uang yang ke tiga itu adalah uang hanya NUMPANG LEWAT.

Game simple saya kali ini, coba deh, Anda berhenti membaca postingan ini sejenak, lalu Anda ambil uang kertas Anda di dompet, lalu baca tulisan kecil di bagian bawahnya…

Udah? udah di baca?

Oke, kalau malas ambil uang, saya tulis ulang disini, tulisannya kira-kira begini:

“DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, BANK INDONESIA MENGELUARKAN UANG SEBAGAI ALAT PEMBAYARAN YANG SAH DENGAN NILAI …”

Itu artinya, dari dibuatnya uang itu tujuannya memang dibuat untuk NUMPANG LEWAT, bukan untuk disimpan. Yaitu sebagai alat pembayaran. Kalau Anda menyimpan uang kelamaan, maka ia keluar dari sifat aslinya dan nilainya juga turun.

Coba Anda tanya kakek atau Orang tua Anda, dulu uang 5.000 rupiah dapat apa? bisa buat beli apa? Maka jawabannya mungkin akan diluar dugaan Anda sebelumnya.

“Terus, kalau mau nabung, gimana mas Afik?”

Pertanyaan yang bagus! Saya pun nabung. Tapi kalau saya baru dapat uang, nabungnya beli emas (bukan emas perhiasan, tapi emas batangan).

Kalau misalnya biaya umroh hari ini sekitar 20an juta, kalau dirubah kedalam bentuk emas jadi sekian gram. Maka 10 atau 20 tahun kemudian yang biaya umrohnya nggak 20juta lagi, tapi kalau dalam bentuk emas, biayanya relatif masih sama. Itulah sifat dari emas, cenderung stabil nilainya. Tidak fluktuatif apalagi turun terus seperti uang kertas dan uang koin..

Kemudian, yang paling penting jangan lupa untuk menggunakan uang untuk tujuan ibadah dan amal sholeh seperti kewajiban zakat, sedekah, infak, wakaf, dan sebagainya.

Jadi kesimpulannya, karena uang cuma numpang lewat, jangan terlalu berusaha keras untuk menahannya…

Sebaiknya:
– Kalau ketemu kotak amal, masukin…
– Kalau ketemu anak yatim, santunin…
– Kalau mau nabung, ubah bentuknya jadi emas…
– Kalau orang tua butuh, transfer…
– Kalau kawan sakit, bantuin…

Ingat, uang itu relatif. Tergantung siapa ‘tuan’ nya. Jika Anda orang baik maka manfaatkanlah uang Anda untuk banyak melakukan kebaikan dan menebar manfaat yang seluas-luasnya..

Tapi jangan boros ya, bukan berarti “Easy come, easy go” (gampang masuknya, gampang juga keluarnya). Itu istilah lain dari BOROS. Yang bener itu, “Easy Come, Easy GROW” (Gampang masuknya, gampang tumbuhnya).

Jadi jangan takut lagi untuk punya uang banyak, karena semakin banyak uang yang Anda punya, semakin luas manfaat kebaikan yang bisa Anda berikan…

Misalkan saat Anda punya uang 2 juta, Anda bisa jadi donatur di sebuah Panti Yatim. Tapi kalau uang Anda 2 Milyar, Anda bisa bikin Panti sendiri, dan juga bisa menginspirasi orang lain juga untuk bikin panti asuhan lagi…

Siap praktek?

@Afik canggih

Bagikan

Apakah Boleh Iri Terhadap Orang..??

Salah satu sifat buruk yang harus dihindari setiap pribadi muslim yang beriman adalah sifat iri hati atau dengki. Sifat iri adalah salah satu penyakit hati yang tidak bisa diobati kecuali dengan ‘mencuci bersih’ hati yang telah kotor tersebut.

Kalau di zaman sekarang istilahnya adalah SMS, yaitu Senang Melihat orang lain Susah, dan Susah Melihat orang lain Senang. Bisa dibayangkan bagaimana orang yang dijangkiti penyakit iri ini hidupnya tidak bisa tenang. Melihat orang lagi jatuh bangkrut eh kitanya senang. Giliran orang lain sukses dan senang eh kitanya jadi susah, iri hati bahkan sampai jatuh sakit.

Na’udzubillah.. Semoga kita gak begitu ya. Karena sejatinya kita hidup di dunia ini pengen hidup tenang. Lebih utamanya lagi hidup tenang karena adanya berkah dari Allah SWT yang meliputi seluruh hidup kita.

Tapi ternyata Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membolehkan kita iri terhadap orang lain dalam harta dan ilmu.

“Tidak boleh hasad (iri dengki) kecuali pada dua orang: yaitu orang yang Allah anugerahkan padanya harta lalu ia gunakan harta itu pada jalan kebaikan. Dan orang yang Allah beri karunia ilmu lalu dengan ilmu tersebut ia gunakan untuk mengajarkannya (kepada orang lain)..” (HR. Bukhari dan Muslim)

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah bersabda dari Abu Hurairah r.a, dia berkata: Orang-orang miskin dari para sahabat Nabi pernah datang menemui beliau dan berkata,
“Wahai Rasulullah, orang-orang kaya yang memiliki harta yang berlimpah bisa mendapatkan pahala (dari harta mereka), kedudukan yang tinggi dan kenikmatan (di surga) karena mereka melaksanakan shalat seperti kami melaksanakan shalat, mereka juga berpuasa seperti kami berpuasa, tapi mereka memiliki kelebihan harta yang mereka gunakan untuk menunaikan ibadah haji, umrah, jihad dan sedekah, sedangkan kami tidak memiliki harta…”.

Dalam riwayat lain dari Imam Muslim, di akhir hadits tersebut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan: “Itu adalah karunia (dari) Allah yang diberikan kepada siapa yang dikehendaki-Nya..“

Dari kedua hadits di atas jelas bahwa ternyata kita dibolehkan iri jika:
– terhadap orang yang berharta banyak, dimana ia mendapatkan harta tersebut dengan cara yang halal dan harta tersebut juga digunakan untuk banyak membantu orang dan kebaikan-kebaikan lainnya
– orang yang berilmu, dimana ilmu itu digunakan atau diajarkan di jalan kebaikan dan kebermanfaatan untuk orang lain

Jadi kalau ada seseorang yang diberikan harta kekayaan atau orang yang alim yang berilmu, kita boleh iri terhadap kedua orang tersebut. Iri karena kita termotivasi dengan kebaikan-kebaikan yang mereka lakukan agar nanti kita juga bisa melakukan banyak kebaikan dan menebar banyak manfaat seperti yang telah mereka lakukan.

Wallahu a’lam..

tidak boleh iri hati kecuali

Bagikan

Sifat Uang (Bagian Ke Dua)

Tulisan ini adalah lanjutan dari artikel sebelumnya tentang Tiga Sifat Uang dan sudah dibahas sifat uang yang pertama. Di tulisan ini adalah sifat uang yang ke dua.

UANG ITU TIDAK SETIA

Ya, Tidak ada yang namanya uang itu setia. Ia tidak akan selamanya bersama Anda.

Misalnya, sebesar apapun kapasitas Anda sebagai seorang dokter terbaik di dunia, Anda dibayar sangat mahal. Tapi tetep aja, kalau pagi Anda makan nasi, yang berasnya beli dari orang lain.

Kalau Anda penjual beras, Anda pun beli ke petani. Dan kalaupun Anda petani, Anda beli pupuk atau bibit juga dari orang lain.

Sekali lagi, UANG ITU TIDAK SETIA. Artinya, tidak ada titik aman dimana uang Anda akan setia saat Anda memiliki uang yang banyak. Anda masih harus tetap berinovasi, bergerak, dan produktif. Jadi Anda ya harus berubah, jangan merasa aman.

Ada quote menarik dari seorang Mantan CEO dari General Electic, Jack Welch. Ia mengatakan: “change before you have to”.

Maksudnya adalah “Perubahan yang dilakukan saat waktunya memang sudah harus berubah, itu adalah sebuah keterlambatan. Jadi kita harus berubah sebelum kita terpaksa atau dipaksa oleh keadaan yang menyebabkan kita memang harus berubah..”

Kira-kira begitu…

Ceritanya, ia mengatakan itu saat dirinya memberikan pidato sambutan ketika ia diangkat sebagai CEO yang baru di G.E. Saat itu, pada tahun 1981 General Electric sudah menjadi salah satu dari 10 perusahaan terbaik di dunia.

Di Tahun berikutnya, ia merombak manajemen di perusaahaan itu. Banyak karyawan yang keluar, dan banyak juga yang masuk. Ia merombak, melakukan perubahan keadaan saat kondisi perusahaan sedang bagus. Dan 10 tahun kemudian G.E masih menjadi salah satu dari 10 perusahaan terbaik. Sedangkan 9 perusahaan yang lain sudah hengkang dari big 10.

Dari kisah G.E tersebut kita bisa mengambil pelajaran:

– Jangan nunggu nggak punya uang dulu, atau nunggu kepepet dulu baru memikirkan sumber income yang baru!
– Jangan nunggu tanggal tua dulu, baru berhemat!
– Jangan nunggu semuanya serba terbatas dulu, baru peka dengan peluang baru!

Maka mulailah dari saat Anda belum waktunya harus berubah. Istilahnya curi start..

Jadi, mulai sekarang cobalah untuk mulai peka dan terbuka dengan hal-hal baru. Selama hal baru itu adalah sesuatu yang baik dan positif maka tidak ada salahnya jika kita ikut mengambil peluang dan bisa menghasilkan uang dari sesuatu yang baru tersebut.

Bersambung ke artikel selanjutnya “Sifat Uang (Bagian Ke Tiga)”

Bagikan