Bahayanya Riba (Bag. 2)

Tulisan ini adalah lanjutan dari artikel sebelumnya tentang bahayanya riba sehingga untuk kedepannya kita sebagai umat Islam dapat memahami dan bisa menghindari segala praktek riba yang sangat dilarang dalam  agama Islam ini.

Dan berikut ini adalah beberapa bahayanya riba:


1
. Dosanya Lebih Besar Daripada Berzina Dengan Ibu Kandung
Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

الرِبَا ثَلاَثَةٌ وَسَبْعُوْنَ بَابًا أيْسَرُهَا مِثْلُ أَنْ يَنْكِحَ الرُّجُلُ أُمَّهُ وَإِنْ أَرْبَى الرِّبَا عِرْضُ الرَّجُلِ الْمُسْلِمِ

“Dosa Riba itu ada 73 pintu. Yang paling ringan adalah seperti dosa seseorang yang berzinah dengan ibu kandungnya sendiri.” (HR. Al Hakim dan Al Baihaqi).

دِرْهَمُ رِبًا يَأْكُلُهُ الرَّجُلُ وَهُوَ يَعْلَمُ أَشَدُّ مِنْ سِتَّةِ وَثَلاَثِيْنَ زَنْيَةً

“Satu dirham yang dimakan oleh seseorang dari transaksi riba sedangkan dia mengetahuinya, dosanya lebih besar daripada melakukan zina sebanyak 36 kali.” (HR. Ahmad dan Al Baihaqi).

2. Dilaknat Oleh Allah Dan Rasul-Nya
Sabda Rasulullah ﷺ yang diriwayatkan dari Jabir radhiallahu ‘anhu ini menjelaskan salah satu bahanya riba:

عَنْ جَابِرٍ قَالَ : لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- آكِلَ الرِّبَا وَمُوكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ

“Rasulullah ﷺ melaknat pemakan riba, pemberi riba, dua saksi dan juru tulisnya.” Dan Beliau bersabda, “Mereka semua sama (derajat dosanya). (HR Muslim).

3. Diperangi Oleh Allah Dan Rasul-Nya
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

فَإِن لَّمْ تَفْعَلُواْ فَأْذَنُواْ بِحَرْبٍ مِّنَ اللّهِ وَرَسُولِهِ وَإِن تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُؤُوسُ أَمْوَالِكُمْ لاَ تَظْلِمُونَ وَلاَ تُظْلَمُونَ

“Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari memakan/mengambil harta riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.” (QS Al-Baqarah : 279)

4. Doanya Tidak Dikabulkan Oleh Allah SWT
Rasullullah ﷺ juga pernah bersabda:
ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِىَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ ».

“Bahwa ada seseorang yang melakukan safar, kemudian menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berdo’a: “Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku..!” Akan tetapi makanan dan minumannya berasal dari yang haram, pakaiannya haram dan dikenyangkan oleh barang yang haram. Maka bagaimana mungkin do’anya akan dikabulkan oleh Allah?”. (HR. Muslim).

5. Zakat Dan Sedekahnya Tidak Diterima Oleh Allah SWT
Rasulullah ﷺ telah bersabda:
“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu Maha Baik dan Dia tidak akan menerima sesuatu kecuali yang baik.” (HR. Muslim).

Dalam hadits yang lain Nabi Muhammad ﷺ juga pernah bersabda:
“Jangan membuatmu takjub terhadap seseorang yang memperoleh harta dengan cara yang haram. Jika dia infakkan atau sedekahkan maka tidak akan diterima.” (HR Thabrani dan Baihaqi).

Dari penjelasan poin poin tersebut di atas baik dari firman Allah SWT di dalam banyak ayat ayat Al-Qur’an dan juga dari beberapa hadits Nabi Muhammad ﷺ, tentu kita dapat memahami bahwa pantaslah kalau riba adalah salah satu dari dosa dosa besar yang diharamkan dalam Islam.

Barangkali kita bertanya-tanya dalam hati; kenapa Allah SWT sampai melarang praktek riba dan termasuk dari dosa besar?

Salah satu hikmah yang mungkin bisa kita ambil adalah bahwa praktek riba itu dapat menyebabkan kerusakan yang sangat besar di tengah masyarakat. Merusak sistem perekonomian umat karena sejatinya dalam praktek riba itu terdapat pengambilan harta salah satu pihak dari dua pihak yang bertransaksi secara batil, meskipun kedua pihak yang melakukan praktek riba itu suka sama suka.

Demikianlah beberapa hal bahayanya riba yang sangat dilarang oleh syariat agama Islam ini. Semoga kita selalu dilindungi oleh Allah agar terhindar dan mampu menjauhkan diri dari berbagai praktek riba.

Aamiin..

bahayanya riba

bahayanya riba, Allah memerangi para pelaku riba

Bagikan