3 Sifat Uang Yang Perlu Diketahui

Tulisan ini saya sadur dari tulisan seorang pengusaha muda yang bergelut di bidang internet marketing.

Kenapa saya repost disini? Karena menurut saya tulisan ini sangat bagus dan penting untuk kita ketahui agar tidak salah mindset. Karena kalau sudah salah mindset terhadap sesuatu,  maka akan salah pula sikap dan perilaku kita terhadap sesuatu itu. Termasuk terhadap uang.

Lalu kenapa kita harus tau sifat dari uang? Karena dengan tau dan paham sifatnya, mudah-mudahan kita bisa bersikap yang benar terhadap uang, tidak sembarangan cara dalam mencarinya apalagi dengan cara yang haram, dan menggunakannya juga untuk hal-hal yang baik.

Dengan begitu, mudah-mudahan kita akan dengan mudah dapat menemukannya. Aamiin..

Kita ambil satu contoh:

– Kalau Anda kenal teman Anda, misalnya namanya Fardi, dan Anda tau sifatnya baik, sholeh,rajin dan dermawan. Maka dengan mudah Anda akan menemukannya di masjid, saat adzan tiba. Masuk akal kan?

– Tapi kalau Anda punya teman lain lagi, misalnya si Fulan, Anda tau sifatnya boros, maka Anda tinggal cari aja dia di restoran mewah, di hotel mewah, atau di bank (Karena doi lagi minta utangan) hehehe..

Sampai sini sudah paham benang merahnya?

Begitu juga dengan UANG.

Kalau kita sudah tau sifatnya, maka setelah tau diharapkan kita akan dengan mudah mengundangnya. Tapi bukan berarti kita berharap banget supaya uang datang dan melupakan segalanya. Bukan seperti itu maksudnya.

Uang itu relatif bisa baik dan bisa juga buruk. Tergantung siapa ‘tuan’ nya…

Jika dipegang orang baik, ia akan bermanfaat. Dan jika dipegang orang geblek, ya bisa jadi jalan maksiat.

Dan saya yakin Anda adalah orang baik. Aamiin..

Inilah ketiga sifat uang yang perlu diketahui.

1. UANG ITU TIDAK PERNAH HILANG

Ya, saya nggak percaya kalau ada yang mengatakan “uang saya hilang”. Karena sebenarnya ia tidak hilang, tapi hanya berpindah tuan.

Kalau ada kasus pencurian, maka ia berpindah dari si korban, ke pelaku. Terlepas dari ke-haram-an nya, maka dari segi sifat uang itu, ia tidak hilang. Ia hanya berpindah…

“Nah sekarang apa yang harus kita lakukan? agar uang pindah ke rekening/kantong kita dengan halal?”

Maka jawabannya adalah, ia akan berpindah ke ‘tuan’ yang kapasitasnya lebih besar.

Contoh:

Beberapa waktu lalu, saya ke Rumah sakit karena istri saya perlu penanganan medis. Setelah diperiksa dan kami diarahkan untuk ke kasir, saya bayar ratusan ribu. Walaupun tanpa obat!

Setelah saya lihat struknya, ternyata biaya konsultasi dokternya, senilai Rp 200 ribu. Sisanya biaya saat penanganan di ruang dokter.

Padahal di dalam ruangan saat istri saya diperiksa, saya cuma sekitar 15 menit dan konsul 1 pertanyaan.

“pantangan istri saya apa dok, yang gak boleh dimakan?”

Jawaban dokter: “nggak ada mas..”

Gitu doang, 200 ribu, hahaha..

Tapi ini bukan soal uangnya, ini soal kapasitas dia sebagai dokter. Dulu biaya kuliahnya memang mahal, dan karena keilmuan itu ia juga layak dibayar mahal.

Dalam hal ini, saya nggak punya kapasitas sebagai tenaga medis, sedangkan si dokter punya. Karenanya saya membayar, dan si dokter mendapat bayaran.

Sesimple itu…

Jadi, yang harus Anda kerjakan setelah membaca artikel ini adalah, PERBESAR KAPASITAS agar Anda layak punya uang, dan pastinya HALAL !

Siap? harus…

Bersambung ke artikel selanjutnya (Sifat Uang Bag. 2)

Bagikan