Informasi Acara Gathering Perumahan Hasanah City Bandung

Skema penjualan yang kami prioritaskan di Hasanah City Bandung (HCB) adalah bertemunya antara calon peminat unit di HCB dengan seluruh jajaran menejemen HCB dalam satu acara perkumpulan bersama yaitu Acara Gathering.

Dari acara gathering tersebut kami mengharapkan seluruh calon pembeli bisa mendapatkan edukasi mengenai perumahan syariah dan bahaya dari riba. Sedangkan untuk hasilnya nanti apakah calon pembeli jadi membeli unit di HCB ataupun tidak, itu bukan masalah.

Intinya, ketika calon pembeli jadi membeli namun tidak faham dengan konsep kami, maka kami akan merasa gagal. Sedangkan jika calon pembeli tidak jadi membeli tetapi sudah mendapatkan edukasi dan akhirnya faham, maka hal ini tentu menjadi kebahagiaan juga bagi kami.

 

Tujuan Acara Gathering

  1. Edukasi terlebih dahulu agar seluruh peminat HCB mengerti tentang riba, serta property syariah, akad pembeliannya yang sesuai Fiqh Muamalah
  2. Persaudaraan dan tali silaturahmi sesama umat islam yang ingin membeli unit di HCB bisa terjalin dengan baik.

 

Yang Akan Didapatkan Saat Gathering

  1. Promo harga pembukaan hanya bagi yang menghadiri Acara Gathering, dimana akan jauh lebih menguntungkan bagi konsumen yang hadir
  2. Mendapatkan 1 tiket/NUP (Nomor Urut Pemesanan)
  3. Bonus tambahan informasi cara investasi sesuai syariah Islam
  4. Apa itu riba dan penjelasan lengkap serta interaktif oleh pakarnya
  5. Siapa kami Hasanah City Bandung by Hasanah Land Group??
  6. Tambahan networking dan teman terbaik bagi Sahabat semua kedepannya
  7. Mindset yang benar di dunia Properti Syariah

 

Berapa Harga Tiket Gathering?

Harga tiket gathering HCB sebesar 200 – 350rb untuk 1 orang peserta acara gathering (akan diinformasikan lebih lanjut saat pembukaan tiket Gathering).

 

Catatan Tambahan:

– Boleh membawa maksimal 1 orang tambahan, namun orang tersebut tidak mendapatkan nomor NUP, melainkan hanya mendapatkan kursi & makan saja

– Jika calon pembeli sudah mendaftar dan transfer tiket acara gathering lalu tidak bisa hadir, maka tiket TIDAK BISA diuangkan kembali atau DIREFUND. Tapi tiket masih tetap berlaku untuk mendapatkan harga spesial Gathering saat pelaksanaan acara Gathering berikutnya

– 1 tiket atau 1 NUP BISA untuk membeli lebih dari 1 unit

– Saat Acara berlangsung, Peserta Gathering Tidak boleh mendatangi teller atau tempat pemilihan unit kami sebelum dipanggil sesuai urutan NUP

– Apabila tidak menuruti sistem peraturan saat gathering, maka tidak diperkenankan memilih unit atau bertanya lebih lanjut

– Diharapkan sabar dan mendahulukan nomor NUP yang telah disepakati (Tidak boleh saling mendahului)

– Diharapkan datang pada saat registerasi ulang mulai pukul 07:30 WIB nantinya ketika mengikuti gathering

– Membawa form biodata dan undangan serta mengingat NUP yang telah diberikan nantinya

– Menginformasikan kehadiran pada H-1 sebelum acara gathering ketika sudah mendaftar dengan membayar tiket acaranya

Bagikan

Solusi Bagi Para PNS (Bag. 2)

Tulisan ini lanjutan dari artikel sebelumnya yaitu Solusi Untuk PNS (Pengen Ngelunasi Sisa utang), yaitu solusi untuk temen-temen PNS yang pengen terbebas dari utang riba.

Setelah bertaubat dengan bersungguh-sungguh kepada Allah ta’ala atas dosa riba yang pernah dilakukan dulu, maka kemudian niatkan dalam hati untuk berazzam bahwa kita tidak akan mengulangi lagi praktek riba dalam hidup kita.

Selanjutnya baru kita ke solusi teknis, seperti yang disebutkan di bawah ini:

SIAP KEHILANGAN
Yang dimaksud dengan kehilangan disini adalah kehilangan benda-benda atau asset yang disadari atau tidak selama ini membuat kita tersandera.

Misalnya utang dengan jaminan SK itu hanya akan lunas di waktu yang telah ditentukan. Pihak pemberi utang tentu tetap merasa tenang karena ada jaminan dari tempat kita bekerja karena tiap bulan gaji kita otomatis langsung terpotong. Gak ada kredit macet dan PASTI UNTUNG!

Kalau misalnya kita berhutang dengan kurun waktu 5 tahun, kemudian baru setahun sudah terasa begitu sempit di dada, bagaimana caranya kita mau memblokir yang 4 tahun sisanya?
Lunasi pokoknya, tebass langsung!

Uangnya dari mana mas? Salah satu cara tercepatnya ya dengan menjual asset!

Punya motor? Bisa dijual..
Punya mobil? Bisa dijual..
Punya tanah? Bisa dijual..
Punya rumah? Bisa dijual juga..

Hasil penjualan itulah 100% harus untuk bayar utang. Jangan untuk yang lain-lain. Kalaupun masih nombok setidaknya gak terlalu banyak lah.

“tapi untuk jual barang dan asset itu kan gak gampang mas? Susah cari pembeli! Bisa berbulan-bulan gak laku-laku juga!”

Oke sekarang kita harus pakai ilmunya ALLAH sesuai yang diajarkan Nabi Muhammad SAW yaitu SEDEKAH DI DEPAN..!!

Niatnya diganti, bukan begini:
“Kalau rumah saya sudah laku, saya akan sedekah 10 juta untuk anak-anak yatim dan orang-orang fakir miskin..”

Tapi begini:
“Saya akan sedekah 10 juta untuk anak-anak yatim dan orang fakir miskin agar ALLAH ridho dan memberikan jalan keluar dari arah yang Dia kehendaki..”

Kalo udah gitu pasti tuh Allah bakal ridho dan seneng ngelihat hamba-Nya begitu..

Sepanjang saya mengisi seminar “Kembali Ke Titik Nol” di berbagai kota, udah banyak yang ngasih testimoni bahwa asset mereka terjual setelah rutin ngasih makan anak-anak yatim dan duafa. MasyaAllah..

CARI PENDAPATAN LAIN YANG HALAL
Sambil jalan pada proses menjual asset, gak usah malu untuk cari kegiatan lain yang bisa menghasilkan rupiah di luar jam kerja, apapun kerjaannya gak masalah selama itu halal!

Bisa nyambi jadi driver ojek online. Lepaskan sementara seragam PNS, kemudian ganti jaket warna warni. Yang penting halal.. angkut!

Atau mau jualan? Juga gak dilarang.. Bisa belajar jualan online, cari produk dari orang lain dulu, bisa jilbab atau pakaian muslim/ah, casing HP, flasdisk, madu, sambel kemasan, atau obat herbal, apapun itu, pokoknya asal halal ya jalankan. Kumpulkan uangnya untuk membayar pokok utang..

UBAH GAYA HIDUP
Salah satu penyebab kita gampang gengsi adalah gampang emosi ngeliat kawan bisa beli barang-barang baru. Solusinya gak usah gampang panas ketika teman sekantor pada pamer limit kartu kredit, pamer mobil baru, pamer motor, laptop, apalagi cuma HP baru. Itu hanya hal yang remeh temeh.

Inget tujuan awalmu. Pokoknya bisa utang lunas nass. Fokusss jangan gampang panas!

MINTA DOA ORANG TUA
The last but not the least, ini juga paling penting. Mereka yang melahirkan dan membesarkan kita. Cium tangan bahkan kaki mereka, minta doa dari mereka agar kita bisa makin kuat menghadapi jeratan utang itu. Dan agar ALLAH SWT semakin ridho dengan kita.

Jika saatnya nanti moment mengharukan itu datang dan engkau sudah bisa membebaskan SK mu, jangan pernah lagi menyekolahkannya. Mulailah hidup hemat dalam mengelola keuangan.

Setelah itu yakin deh, ketika hati sudah tenang dan pikiran lapang, semua potensi dalam diri dan kreativitasmu bakal keluar. Akibat energi kebaikan akan menjadi berlipat, dan rejeki akan datang lagi lebih berkah dan lebih banyak insyaAllah..

Ingat kawan.. kalau kita meninggalkan sesuatu keburukan karena Allah, maka Dia pasti akan menolong kita dan mengganti dengan sesuatu yang lebih baik lagi.

“Barangsiapa yang berhijrah di jalan ALLAH, niscaya mereka akan mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak..” [QS An-Nisa : 100]

Selamat berjuang kawan! Semoga kelak engkau menjadi PNS sungguhan.. (P)engen (N)ambah (S)edekah. Sedekahnya jadi bisa lebih banyak. Karena rejeki terus datang berlimpah dan berkah. Aamiin..

Salam lunas!

*****

Sumber tulisan @Saptuari

Bagikan

Solusi Bagi PNS (P)engen (N)gelunasi (S)isa Utang

Saya pernah dapat kiriman dari seorang teman di Karawang, tentang headline koran lokal “GAJI GURU PNS SAMPAI MINUS” dengan gambar orang yang seluruh tubuhnya terbelit utang.

Ngerii..!

Terus ada juga kawan saya seorang mantan wartawan di Pekalongan mengirimkan video dokumenter buatannya, tentang seorang bapak pensiunan guru yang harus mengayuh sepeda pulang pergi sejauh 34 KM dari jam 12 malam ke loket pengambilan uang pensiun demi bisa mengantri lebih awal di waktu subuh.

Apakah uang yang diterima oleh pensiunan itu utuh? Tidak.. Uang pensiun yang ia terima adalah 3,9 juta tapi ia hanya mendapatkan sisa 395.000. Ini karena tiap bulan dia harus membayar utang ke lembaga keuangan sebesar 3,5 juta x 60 bulan = 210 juta. Padahal uang yang diterima hanya 80 juta yang katanya dulu untuk beli sawah.

Siapapun yang melihat video itu pasti akan merasakan nyesek di ulu hati. Beneran.. Baik yang gak punya utang, yang masih punya utang, maupun yang masih kerja di tempat ngutangin uang. Pasti dalam hati kecil kita semua bilang ini gak adil dan dzalim! Ada yang salah di sistem keuangan di negeri ini yang berdampak dahsyat hingga ke level masyarakat bawah..

Allah SWT telah berfirman:
“Allah memusnahkan RIBA dan menyuburkan sedekah. Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran dan bergelimang dosa.” [QS. Al-Baqarah: Ayat 276].

Nabi Muhammad SAW juga pernah bersabda:
“Jauhi 7 perkara yang membinasakan (membawa pada kehancuran), yaitu diantaranya… memakan RIBA” [HR Bukhari 2766 & Muslim 89].

Kawan, tau kah kalian jeritan kawan-kawan PNS yang curhat tersebut ternyata intinya sama:
“Saya ingin bebas dari semua utang mas!”
“Saya kapok mas! Kerja tapi gak pernah nerima gaji!”
“Saya siap kembali ke nol mas! Ampun deh ngikutin gaya hidup pamer di kantor!”
“Wis kapok mass.. kapok! Hidup siang malam kok hanya mikirin cicilan.. kerjaan saya malah gak bener jadinya!”

Sebenarnya saya sudah sering bahas solusinya, dan kuncinya hanya satu: mau nggak kita menjalaninya?

Berat? Ya berat laah!
Berdarah-darah? Jelass.. pasti dramatis!
Bikin malu? Tentu! Tapi yang pasti gak malu-maluin di depan ALLAH..

TAUBAT
Yang pertama harus dilakukan jelas minta ampun sama ALLAH SWT karena kita sudah melanggar aturan-Nya dengan bermain riba. Pokoknya bertaubat dengan sebenar-benarnya. Kejar ampunan ALLAH. Pada titik ini gak usah nyari solusi dulu, kejar ampunan ALLAH agar pintu-pintu kemudahan nanti Allah bukakan.

Kita memantaskan diri sebagai hamba yang penuh dosa dan minta belas kasihan serta ampunan dari Tuhan yang menciptakan kita.. Inilah level paling atas.

BERAZZAM
Artinya berniat dengan sangatt sungguh-sungguh untuk bebas dari utang dan riba! Di titik ini kalau niat kita sudah begitu kuat maka akan timbul perasaan jijik dari dalam diri terhadap utang riba itu sudah pada level seperti jijik melihat babi dan khamar.

Kan semua hal tersebut jelas-jelas diharamkan oleh ALLAH, yang punya langit dan bumi ini. Maka pilihannya hanya satu; kita taat dan patuh pada aturan itu! Baca lagi Quran Surat Al Baqarah 275. Apa kita masih mau ngeyel sama aturan ALLAH?

Setelah pada tahap berazzam ini banyak orang yang mengirimkan testimoni bahwa mereka mulai merasakan keajaiban dan kemudahan. Ketika sudah punya niat yang kuat dan mantab untuk meninggalkan riba maka satu demi satu pertolongan Allah itu datang.

Rasulullah SAW pernah bersabda:
“Allah akan bersama (memberi pertolongan pada) orang yang berhutang (yang INGIN MELUNASI hutangnya) sampai dia melunasi hutang tersebut, selama hutang tersebut bukanlah sesuatu yang dilarang oleh Allah.” [HR. Ibnu Majah no. 2400].

***

Bersambung ke artikel selanjutnya “Solusi Bagi Para PNS (Bag. 2)

Bagikan

Hindari Dan Ubahlah Mindset Riba

 

hindari mindset ribawi

Disadari atau nggak, ada sebagian saudara – saudara kita sesama muslim yang masih bersikap pesimis atau terkesan menyinyiri orang-orang yang memberikan solusi dari praktek riba.

Mereka beranggapan bahwa Indonesia ini adalah negara yang sistem hukumnya belum menerapkan hukum Islam sebagai landasan hukumnya.

Mereka berkilah bahwa kalau Indonesia masih belum menerapkan hukum Islam, maka sistem riba tidak akan bisa dihilangkan. Sehingga mau tidak mau kita sebagai masyarakatnya juga harus menerima sistem riba tersebut.

Jadi kalau misalnya sampai kiamat nanti Indonesia ini bukan negara yang memakai hukum Islam, apa kita mau terus menerus melakukan praktek riba sampai mati, dan jelas-jelas Allah dan Rasul-Nya akan memerangi para pelaku riba tersebut di akhirat nanti?

Na’udzubillah…

Seolah mereka hanya bisa bersikap pasrah dan menerima bahwa selama Indonesia bukan negara yang berlandaskan hukum syariat, mereka tidak bisa meninggalkan praktek riba.

Untuk anggapan tersebut, maka saya ingin menanyakan pertanyaan-pertanyaan ini:

1. “Untuk apa kita berjuang (memikirkan atau bertindak) untuk sesuatu yg hanya membuang energi..??”
2. “Untuk apa juga protes ke pemerintah dan bersikap selalu menyalahkan keadaan yang belum ideal..??”
3. “Padahal kita bisa pilih: mau praktek riba, atau SABAR dulu..??”

Ingat bahwa sebagian besar (90% lebih) orang yang berhutang itu bukan karena mereka terjepit kebutuhan seperti kena musibah, sakit, atau hutang untuk makan dan sebagainya.

Tapi hampir kebanyakan orang menempuh pembayaran kredit riba atau hutang Bank adalah untuk:

– Kepemilikan KENDARAAN
(padahal bisa naik kendaraan umum, atau beli second semampunya)

– Kepemilikan RUMAH
(padahal bisa sewa, atau bersabar bangun secara bertahap)

– MODAL USAHA
(padahal ada banyak pilihan usaha, dan bisa dimulai dengan modal kecil/seadanya dulu)

Naah kan.. Siapa yang masih begini??
Hayo ngakuuuu..

Jadi kalau kita mau terbebas dari riba, tanamkan dalam mindset (pola pikir) diri sendiri dan keluarga kita, bahwa riba itu adalah salah satu dari DOSA BESAR dan rugi besar..!

Daripada kita teriak-teriak dan protes ke pemerintah untuk menghapus sistem riba yang belum tentu mereka akan mendengar apalagi menerima masukan kita, akan lebih baik energi kita disalurkan untuk hal yg lebih kecil skalanya dan relatif bisa kita kuasai.. yaitu diri sendiri dan keluarga.

Jika sudah terbiasa, maka kita lanjut untuk membantu orang-orang sekitar yang masih terjerat RIBA. Tapi bukan berarti harus membantu dalam bentuk UANG juga ya, karena uang tidak menyelesaikan hutang..!!

Jadi untuk apa kita mengubah bank menjadi syariah 100%  (cita-cita) dan mempertahankan mindset “KALAU GAK HUTANG GAK BISA PUNYA APA-APA..??”

Mulai sekarang kita harus tegas bahwa mindset tersebut adalah KELIRU. Karena sebenarnya hutang itu membuat:

  1. menjadi kebiasaan untuk mengambil keputusan pendek dalam membeli sesuatu.
  2. pikiran menjadi tidak kreatif karena 80% porsi berfikir kita digunakan hanya fokus untuk kejar setoran dan jatuh tempo.
  3. jadi manja, saat ada keperluan besar pikiran kita hanya tertuju ke hutang sebagai satu-satunya cara.
  4. menjadi sulit mengatur keuangan.

Jadi jika kita mau berperang melawan riba, lawan dulu mental dan kebiasaan HUTANG RIBAWI dari diri sendiri, keluarga dan masyarakat agar mereka sadar dan perlahan mulai meninggalkan hal tersebut.

Jangan menunggu negara ini menjadi negara Islam dulu baru kita mau berubah dan berhenti dari praktek riba. Jangan menunggu negara Indonesia ini menjadi negara yang berlandaskan hukum syariat dulu baru kita aktif mensyiarkan bahwa riba itu haram.

Karena haram tidaknya hukum sesuatu itu bukan ditentukan oleh sistem pemerintahan atau negaranya. Karena riba itu tetap haram hukumnya sekalipun seandainya kita tinggal di negara liberal atau sekuler.

Jadi saya mendoakan setulus hati siapapun Anda yang membaca tulisan ini yang masih “mesra” tapi terpaksa melakukan praktek riba; apakah sebagai pihak yang memberi atau yang menerima riba tersebut, semoga Allah memberi petunjuk agar segera terbebas dari riba.

Juga semoga kita semua dijauhkan dari kondisi terjepit ataupun sempit, dan Allah SWT senantiasa menolong serta melimpahkan berkah pada rezeki yang kita terima baik besar ataupun kecil jumlahnya.

Aamiin..

Bagikan

Jangan Kejar Dunia, Tapi Kejar Ridho-Nya

jangan kejar dunia, tapi kejar ridho-Nya

Ada satu kisah yang sangat menginspirasi saya. Cerita ini ditulis oleh mas Saptuari tentang perubahan hidup salah seorang kawannya setelah berlepas diri dari riba menjadi jauh lebih baik dan tentunya lebih indah.

Langsung saja Sahabat semua simak ceritanya. Semoga bisa membawa hikmah dan pelajaran kebaikan..

*****

Seorang kawan datang ke rumah saya dengan mobil barunya. Putih mulusss, keluaran terbaru. Harganya 350 juta dibelinya cash! Tanpa kredit, tanpa nyicil, tanpa depe-depean, tanpa asuransi-asuransian.

Anehnya ketika datang dia tidak membahas sama sekali soal mobilnya, beda dengan orang yang biasanya sangat euforia punya mobil baru, biasanya akan menunjukkan setiap detail lekuk bodynya luar dalam, menjelaskan keunggulan mobilnya, akselerasinya, irit bensinnya, kedap suaranya dan lain-lain..

Walaupun barang kreditan pokoknya pamer harus selalu terdepan.. hehe

Saya yang penasaran malah bertanya duluan, ketika menuju masjid ke dusun sebelah, sengaja saya ambil kuncinya, saya pengen nyoba mobil barunya..

“Mmm… empuk, antep gak goyang, setirannya ringan, kedap suara, gasnya enteng, interior yang masih bau harum khas mobil baru..”

“Ini semua cobaan buat saya mas… Astaghfirullah.. astaghfirullah…” kawan saya berkata itu..

Lho! Punya mobil baru kok malah istighfar?

“Allah seperti ngasih bonus dunia ini buat saya, padahal selama ini saya hanya ngikut aturan ALLAH. Saya kejar perintahnya, semua saya lakukan, sholat selalu tepat waktu jamaah di masjid, amalan sunnah semua saya lakukan, pokoknya saya ingin ALLAH ridho pada hidup saya.. dunia ini apalah artinya”. Lanjutnya..

Yayaya… saya ingat.

Dia sudah 4 tahun bareng saya ngurusi #SedekahRombongan di Jogja. Di sela waktunya ngurusi bisnis, dia wakafkan waktunya mendata laporan-laporan kurir di lapangan agar tertib. Pernah sampai larut malam ngontak saya bertanya beberapa laporan dan pengajuan dana yang belum beres. Tanpa digaji, tanggung jawab tetap teratasi.

Bisnisnya sebagai suppliyer kain, benang dan juga produsen batik. Dia masuki kantor-kantor menawarkan pesanan massal untuk seragam kantor, mendatangi para pengrajin batik dan dia tawarkan kain polosan.

Sholatnya masyaAllah.. Pernah ia berkata kepada saya: “Selama bunyi adzan masih terdengar di telinga, maka saya akan cari dan datangi masjid itu untuk sholat.. tidak ada alasan uzur untuk saya sholat di rumah atau menunda-nundanya”

Di rumah dia takmir masjid, belajar ilmu hingga bisa jadi pengisi khutbah Jumat dan kajian-kajian ringan lainnya.

Dia memantaskan diri di depan ALLAH untuk meraih keberkahan dunia. Sebagai hamba yang layak dicurahi rejeki yang banyak, halal dan berkah..

Ketika dua tahun lalu dia meninggalkan riba, semua pinjaman di bank dan kartu kreditnya dilunasi, satu demi satu selesai. Kemudian dalam kondisi kepepet butuh modal, dia bersikukuh tidak mau utang bank lagi. Yang dia lakukan BERDOA terus menerus! Sampai ALLAH tunjukkan jalannya dia bertemu suppliyer yang bisa menjadi mitranya tanpa modal di depan.

Berjalan berbulan-bulan kerjasama itu lancar, sampai akhirnya si mitra memintanya membuatkan nota-nota palsu untuk jadi syarat utang baru ke bank. Tapi dia memilih mundur, tidak mau lagi terlibat di akad-akad itu apalagi sampai bikin surat palsu.

Dia berjalan lagi sendiri dengan keyakinan hati hingga pertolongan ALLAH terus datang dari kanan kiri.. Pesanan datang berkali-kali dalam jumlah massal yang bikin omzet meninggi.

Sepulang dari masjid saya serahkan kunci padanya, gantian saya disopiri. Kemudian saya bertanya: “Kenapa semua ibadah ini kau kerjakan sungguh-sungguh..?”

“Karena saya tidak tau, dari ibadah yang mana ALLAH mengabulkan doa-doa saya.. Rejeki saya berlimpah saat ini, saya pun takut kalau oleh ALLAH saat ini saya sedang diuji…”

Sembari saya menyaksikan, mulutnya terus mengucapkan istighfar sepanjang mobil berjalan pulang.

MasyaAllah..

Bagikan

Kenapa Harus Menghindari KPR Bank

alasan hindari KPR Bank

Setidaknya ada 5 alasan mengapa sebaiknya kita menghindari KPR Bank, selain karena pada KPR Bank itu terdapat akad batil dan mengandung transaksi riba yang diharamkan di dalam syariat Islam:

1. Proses BI Checking Yang Ribet dan Memberatkan
Ini adalah tahap awal jika kita mau mengajukan KPR ke bank. Prosesnya ini bisa memakan waktu berminggu-minggu. Hal ini karena bank akan memverifikasi data-data kita secara mendalam. Bagi Anda yang bekerja sebagai pegawai atau karyawan tetap, mungkin hal ini tidak terlalu menjadi persoalan. Karena kelengkapan data kita sudah disediakan oleh kantor.

Namun bagi orang-orang yang bekerja sebagai wirausaha mikro,UKM, ataupun pedagang, syarat yang diperlukan tentu cukup memberatkan dan wajib dipenuhi. Seperti izin usaha, laporan keuangan yang mendalam, serta aliran kas usaha yang stabil.

Jika kita gagal memenuhi salah satu dari kriteria tersebut, maka pengajuan akan ditolak. Dan itu artinya impian kita untuk memiliki rumah harus dikubur dalam-dalam.

2. Denda Keterlambatan Pembayaran Membuat Biaya Yang Dikeluarkan Menjadi Sangat Besar
Ketika pengajuan ke Bank sudah diterima kemudian kita mulai mencicil, maka tidak boleh ada istilah terlambat dalam membayar cicilan walaupun keterlambatannya hanya sehari. Karena jika kita terlambat, maka akan dikenakan denda yang besarnya sesuai kebijakan bank yang menyediakan fasilitas KPR tersebut.

Tentu saja hal ini membuat biaya yang dikeluarkan untuk memiliki rumah menjadi semakin membengkak. Tak akan ada toleransi untuk keterlambatan pembayaran cicilan tersebut apapun alasannya.

3. Debt Collector Yang Meneror Bila Telat Membayar Selama Beberapa Bulan
Apabila kita sudah tidak mempu membayar cicilan karena alasan apapun, maka bersiap-siaplah menghadapi para debt collector yang memang sudah disewa oleh pihak bank agar kita segera membayar cicilan yang tertunggak.

Bisa dibilang Debt collector tersebut diberi wewenang untuk terus menekan, memaksa atau memojokkan nasabah agar segera membayar cicilan yang sudah tertunggak. Kalau sudah seperti ini tentu kita merasa tidak nyaman dan aman lagi.

4. Resiko Sita jika Gagal Bayar
Jika kita sebagai nasabah sudah tidak mampu membayar cicilan apapun alasannya, maka bersiap-siaplah untuk mengosongkan rumah. Dan akhirnya rumah tersebut harus diserahkan kembali ke pihak bank untuk kemudian dilelang.

Kemudian besaran nilai lelang juga hanya pihak bank yang menentukan dengan ketentuan nilai tersebut harus menutupi kekurangan cicilan nasabah.
Lalu kita sebagai nasabah hanya bisa meratapi hilangnya aset rumah tersebut dan juga kesia-siaan membayar cicilan selama ini.

Yang paling menguras emosi adalah jarang sekali pihak bank memberikan kelebihan sisa lelang rumah kepada nasabah karena biasanya rumah sitaan dilelang jauh di bawah harga pasar agar cepat laku.

5. Resiko Pinalty jika Melunasi Lebih Cepat
Sudah menjadi rahasia umum jika seandainya nasabah ingin mempercepat pelunasan cicilan rumah tersebut, maka nasabah akan dikenakan pinalty (biaya tambahan). Karena jika Anda sebagai nasabah ingin melunasi lebih cepat, hal tersebut berarti termasuk “ketidakpatuhan” Anda untuk membayar cicilan sesuai jangka waktu yang telah disepakati.

***
Jadi, masih mau membeli rumah dengan cara KPR Bank?

Selain karena hal tersebut termasuk riba yang sangat diharamkan dan termasuk dosa besar, KPR Bank tentu juga sangat merugikan serta memberatkan kita, sementara pihak Bank tidak akan pernah mau merugi.

Yuk hijrah..

Bagikan

Hati Pembenci Menjauhkan Rezeki

Kisah inspiratif ini adalah pengalaman pribadi dari Mas Saptuari tentang bagaimana beliau menata dan berdamai dalam hatinya atas masa lalunya yang telah banyak menguras emosi dan perasaan yang gak enak terhadap orang lain.

Mudah-mudahan kita bisa mengambil pelajaran berharga ya. Aamiin..

***

Saya berada di tengah-tengah 270 an peserta Millionare Mindset Bootcamp di sebuah hotel di Jogja yang dibimbing pak Mardigu Wowiek, pemilik 32 perusahaan nasional dan pendiri Rumah Yatim Indonesia dengan 7000 anak asuh itu.

Pada satu sesi, pak Wowiek dan teamnya bergantian membimbing peserta..
“keluarkan seluruh dendam kalian, rasa marah dan kecewa kalian yang ada di hati terdalam! Keluarkaaannn!!!”

Kertas putih yang diletakkan di atas kursi itu jadi sasaran hantam mereka, dipukul sekuat tenaga. Energi buruk itu keluar semua diantara jeritan dan teriakan yang memekakkan telinga.. Saya tidak tau apakah ada kursi yang jebol menampung kemarahan itu.

Tapi saya gagal.. Saya gagal mengeluarkan amarah saya.. Di sebelah saya kang Otang seorang therapist dan penggiat NLP juga diam. Ruangan dimatikan lampunya, tapi ada sedikit bayangan saya bisa melihatnya dia diam saja.. 5 orang di belakang saya mengamuk sejadi-jadinya, kami semua duduk di lantai dengan kursi di depan kami untuk dijadikan sangsaknya..

Saya gagal..! Tapi saya menemukan ilmunya..

Saya berusaha menemukan dendam, kemarahan, kecewa, amarah, dengki, dan semua kebusukan yang ngganjel di hati.. Saya paksa keluarr agar jadi hantaman..

Dan saya tetap gagal..

Selama 5 menit yang gelap itu, hanya bibir saya yang terus bergerak.. Tak henti mengucapkan: Hasbunallah wani’mal wakil, ni’mal maula wani’man nasir (Cukup bagiku Allah sebaik-baik penolong dan pelindungku).

Saya sudah berdamai dengan masa lalu saya..

Untuk orang yang pernah memaki saya, membully, merendahkan, mengancam, mencaci maki, menusuk dari belakang, mengkhianati, menipu saya, menggoblokkan dan mentololkan saya, mengirimkan ‘cuih’nya kepada saya, mengusir serta menolak saya selama masa kecil hingga dewasa, sudah saya maafkan dan ikhlaskan semua..

Dendam itu tidak muncul..
Amarah itu tidak ada lagi…
Kecewa itu jadi lebur entah kemana…

Sselama 5 menit pertempuran hebat itu, kursi dan kertas tetap utuh..

Saya dapat ilmunya, saya dapat..!!

Panteess setelah 6 tahun saya babak belur dihajar utang dan riba, dalam 8 bulan saya bisa melunaskan semuanya..
Lunass nass!!
Ludess dess!!

Selama itu saya fokus pada hal-hal baik yang bisa saya lakukan, daripada sibuk menebar kebencian dan keburukan..

Saya berusaha kerasss jangan sampai mendzolimi orang lain, jangan sampai mengecewakan siapapun, saya rela minta maaf duluan jika tindakan saya salah dan melukai hatinya..

Saya gak makan gengsi..
Saya gak mau jadi pendengki..
Saya gak mau hati saya terkotori..

Pantes selama 8 bulan berjuang bebas utang itu ALLAH SWT hadirkan banyak keajaiban dalam hidup saya.

Rejeki berdatangan dari mana-mana, solusi hadir dari banyak tempat, saya fokus pada langkah-langkah kebaikan yang bisa saya lakukan tiap hari, dan saya tidak mengijinkan hati ini ternodai keburukan..

Ini ilmunya ALLAH… tak terbantahkan!

“Di dalam hati mereka ada penyakit, maka Allah menambah penyakit tersebut, dan mereka akan mendapatkan siksa yang pedih akibat apa yang mereka dustakan“
(QS. al-Baqarah: 10).

Bayangkan jika semua kebencian, kedengkian, dan keburukan itu dipendam di hati berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun lamanya, seperti kita membawa telor busuk, tomat busuk, atau kentang busuk di tas kita.. Bau menyengat kemana-mana!

Makanya kita kerasa banget jika berdekatan dengan orang yang hatinya dengki, maka ucapannya juga hanya akan menyakiti hati..

Jadi untuk kalian yang sedang berjuang lepas dari riba dan utang. Hal mendasar ini yang harus lebih dulu dibenahi… hati..

Bersihkan hati..
Perbanyak taubat..
Lakukan kebaikan-kebaikan..
Dari situlah rejeki-rejeki akan berdatangan..
Dan solusi-solusi akan Allah hadirkan…

Ayo.. berdamailah dengan masa lalumu, agar langitmu kembali biru..

Bagikan

Kisah Bebas Hutang Mba Misnayati Misdi

Tulisan ini adalah lanjutan dari artikel sebelumnya “Riba… Menghancurkan Semuanya” .

***

Setelah Sakinah lahir saya semakin tertekan mengurus tiga anak, konveksi, dan orderan..

ya Robb.. saya ini tulang rusuk atau tulang punggung??

Tak sanggup menahan beban seorang diri akhirnya mamaku tahu atas apa yg terjadi. Karena saya butuh sosok selain Allah untuk tempat saya berbagi cerita (note: jangan ceritakan kesedihan mu pada ibumu karena Beliau akan merasakan 10 x sakitnya apa yang kau rasakan). Kata sabarr dan bertahanlah demi anak-anak mereka butuh orang tua yg lengkap.

Keadaan makin memanas, hutang tak kunjung reda, keadaan rumah seperti badai, usaha suami bangkrut, anak-anak sering sakit-sakitan, telpon terus berdering dari debt collector kartu kredit.

Disaat orang orang terlelap, saya menumpahkan semua di atas sejadah. Tak jarang butiran mutiara menari-nari di pipi yang mulai menua.

Akhirnya Juni 2015 saya melakukan sesuatu yang dibenci Allah.

Dengan menggendong Sakinah kecil saya mendatangi pengadilan agama, saya mendaftar gugatan cerai. Sidang pertama berlangsung dan kami diberi waktu untuk mediasi 40 hari dengan dibimbing mediator. Keluarga besar shock terutama mama.

“Sudah pikir panjang nak, kamu sudah tahu konsekwensinya menjadi seorang “Janda”? Gimana anak-anak mu? Mereka tidak hanya butuh materi tapi butuh kasih sayang kedua orang tuanya. Ayoo kita pulang kau butuh refreshing. Ijin dengan suamimu rendahkan emosimu beberapa hari..”

Sampai di kampung halaman keluarga memberikan support agar jangan berpisah, ini semua ujian dari Allah. Allah akan menguji hambaNya yang ingin berhijrah dengan air mata. Air mata kasih sayangnya Allah.

Sampai suatu hari membaca kisah Nurshoffa Mujahidah bagaimana beliau terlepas dari riba dan berbisnis tanpa riba. Dan ada juga postingan mbak Veggy Monarika yang single mom bisa melunasi hutangnya 7M. Dan teh Dinii Fitriyah bagaimana dia bangkit setelah riba menghancurkan bisnisnya.

Saya baca apa-apa saja yang termasuk riba. Astaghfirulloh, ternyata apa yang saya lakukan selama ini adalah riba..!!

Proses mediasi saya dan suami berhasil, kami mulai semua lagi dari nol, menghadapi keterpurukan ini bersama.

Ya Robb.. bagaimana saya bisa mengambil sertifikat rumah dalam kondisi seperti ini…
Ya Robb.. jika Engkau mengijinkan, akan hamba jual rumah itu setelah sertifikatnya keluar..

Engkaulah Maha pengasih dan Maha penyayang. Setiap setelah sholat saya sholawatin foto rumah dan print out hutang yang harus dibayar, lebih-lebih jika waktu sholat Tahajud saya nangis sejadi-jadinya ngadu sama Allah, mohon ampunan Allah, biarlah Allah yang memberikan solusinya..

Agustus akhir, seorang hamba Allah yang mengetahui keadaan saya menelpon dan menanyakan rekening saya. Beliau meminjamkan uangnya 150 jt untuk tambahan saya menebus sertifikat rumah.

Allahuakbar!! Allahuakbar!!
Inilah solusi yang Allah berikan. Allah yang telah mengetuk hati seorang hamba untuk membantu keluarga saya.

Keesokan harinya saya ajuin permohonan keringanan penutupan kredit. Disupport teman-teman di grup Komunitas Tanpa Riba, bahkan ada yang berbagi info kalau saya ke BI dan lakukan BI checking minta printout dari sana berapa sisa pokok pinjaman. Setelah dari BI dan hasil printout menunjukkan sisa pinjaman 147 juta. Di bank hasil pinjaman 203 juta.

Proses negosiasi saya mulai, saya ajukan penutupan di angka 171 juta dan Alhamdulillah di acc! Alhamdulillah setelah 6 tahun akhirnya sertifikat itu bisa kembali ke saya..

Semoga kita semua istiqomah untuk tidak mendekati riba. Semoga Allah SWT memudahkan jalan kita menjemput rejeki yang halal dan berkah..

#AllahMahaPengampun
#
KembaliKeAllah
#MintaSamaAllah

——————————

Demikian kisah dari mbak Misnayati Misdi, seperti yang diceritakan kembali oleh mas Saptuari di grup facebooknya.

Ingatlah pesan Nabi Muhammad SAW: “Jauhi 7 perkara yang membinasakan (membawa pada kehancuran), diantaranya… memakan RIBA” [HR Bukhari 2766 & Muslim 89]

Semoga kisah di atas bisa kita jadikan pelajaran, agar lebih berhati-hati dalam hidup ini, agar ALLAH selamatkan hidup kita dari rejeki yang haram yang mendatangkan kecelakaan.

Aamiin..

kisah bebas hutang riba ibu misnayati misdi

Bagikan

Riba Oh Riba… Menghancurkan Semuanya..

Ini adalah kisah nyata dari mba Misnayati Misdi. Semoga bisa memberi pelajaran berharga bagi Sahabat semua..

***

Saya yang salah, saya yang telah keliru, saya yang mau sesuatu itu instan.
Saya yang telah memberanikan diri menggadaikan sertifikat rumah dari orang tua saya ke Bank. Astaghfirullah…

Setelah menikah, saya jadi seorang istri yang hanya berdiam diri di rumah. Waktu itu kami tinggal di Kreo Tangerang. Sebelumnya saya karyawan outsourching di sebuah Bank di bagian kartu kredit (dulu belum tahu kalau riba). Alhamdulillah sebulan setelah pernikahan kami Allah menitipkan amanah di rahim saya. Anak pertama kami lahir 4 Juni 2008.

Saya menikmati peran sebagai seorang istri dan ibu. Ya benar-benar sebagai ibu rumah tangga tanpa ada embel-embel bisnis apapun. Sesekali saya berkunjung ke toko suami di Tanah Abang. Suami saya mengontrak toko di area Kebon Kacang Tanah Abang, menjual celana jeans pria dewasa hasil produksi sendiri. Setiap sabtu saya mengingatkan beliau apakah penjahit sudah gajian, saya takut kalau para penjahit telat digaji, kasihan rasanya dan itu sudah menjadi tanggung jawab kami.

Alhamdulillah produksi dan penjualan berjalan lancar, dalam seminggu total upah penjahit bisa mencapi 21 juta/ minggu, terbayang kan berapa banyak produksi yang dihasilkan dalam 1 minggu.

Memasukki tahun 2010 saya menawarkan suami untuk menambah modal produksi dan mencicil beli mesin jahit biar punya konveksi pribadi. Awalnya suami gak setuju uang dari mana. Saya bilang kita gadaikan sertifikat rumah. Mei 2010 kami kontrakkan rumah di Kreo Tangerang dan kami ngontrak rumah di Tanah Abang agar suami tidak terlalu jauh dengan toko.

Agustus 2010 saya melahirkan anak ke dua. Dalam masa nifas dan masih pakai bekung September 2010 kami ke Bank untuk mengajukan kredit dengan jaminan sertifikat rumah. Oktober pihak bank menyetujui permintaan kredit kami sebesar 150 juta. Waktu itu namanya KUR (Kredit Usaha Rakyat).

Waktu berjalan, pembayaran bunga bank berjalan lancar, tapi naluri seorang istri tak bisa dibohongi karena setelah semua akses dengan suami jadi lebih dekat tapi berasa jauh, hati gelisah dan tak tenang.

Setiap hari saya mengurus 2 batita. Sesekali ke toko dan tanya ke karyawan tentang penjualan. Jawab mereka, “Banyak bu tapi rata rata giro..”. Astaghfirulloh kalau kebanyakan giro kita gak punya duit cash buat keperluan produksi. Saya cek giro-giro itu ada yg cair, ada yang pending bahkan ada yang reject!

November 2011 Allah Yang Maha Baik, Allah tunjukkan kekhilafan imam saya tanpa saya keluar rumah. Inikah bayaran kesetiaan seorang istri yang hanya sebagai ibu rumah tangga?

Ujian belum berakhir, 2012 saya mendengar ada “anak kecil” dari suami saya di luar sana. Serasa tidak percaya saya telpon bundanya, ternyata benar! Ya Robbi untung jantung dan hatiku ciptaanMu, andaikan made in Japan pasti baut-bautnya sudah terhambur berjatuhan..

Titik awal saya memulai dagang online, saya gak tahu apa itu BBM, apa itu twitter, yang saya punya hanya FB itu juga dibuatin adik saya. HP BB aja saya gak punya, tak jarang para sahabat SMS ke saya, “ayooo donk beli BB biar bisa bbm-an”.. Dalam hati, saya bertekad harus punya masa depan, hati saya boleh hancur tapi tidak dengan masa depan anak anak saya. Berbisnis karena dendam karna tidak ingin lagi “mengemis”. Astagfirulloh…

Malam malam panjang saya bersimpuh denganNya untuk menumpahkan segala keluh kesah dan masalah saya. Karena memang hanya Dia yang bisa menolong saya.

Saya gadaikan emas saya untuk memulai bisnis online (lagi lagi riba, dan belum tahu kalau Riba). Saya jalan ke pasar metro Tanah Abang bertanya ke beberapa toko berapa harga baju perlusin, baju apa yang lagi trend. Entah gimana caranya, Alhamdulillah dagangan online laris ada aja orang yang baru dikenal mempercayakan saya untuk saya belanjakan orderannya. Dan sampai sekarang silaturahmi dengan mereka masih baik.

Ego saya muncul ketika saya sudah bisa menghasilkan uang sendiri. Alhamdulillah 1,5 tahun pertama jualan online saya bisa pergi umroh, saya bisa ikut asuransi, tapi lagi-lagi karena kekurangan uang pergi umroh saya menggadaikan emas..

2 bulan setelah pulang umroh saya hamil anak ke 3.. Alhamdulillah walau hamil muda dan mengurus 2 balita juga online masih bisa dijalanin. Saya stop jualan baju, beralih ke produksi sprei, mukenah, khimar. Jujur saya bukan fashionable yg suka ngikuti tren fashion. Saat ini saya lebih suka mengunakan gamis longgar dan khimar atau bergo.

Ketika usia kehamilan memasuki bulan ke 5, saya memberanikan diri bersilaturahmi dengan “anak kecil” itu dan bundanya. Sampai di sana dibantu seorang sahabat soleha saya bertemu bundanya juga neneknya.

Astagfirulloh ya Robb, ada foto imamku di ruang tamu di rumah itu. Lagi lagi karena hati ini made in Allah, saya masih bisa duduk dan berbincang dengan mereka. Coba hati ini jahitan konveksi pasti jahitannya sudah brudul karena menahan sesak..

*******

Bersambung ke artikel selanjutnya: Kisah Bebas Hutang Mba Misnayati Misdi.

Bagikan

4 Tipe Orang Yang Bermain Riba

Mari kita bahas lalu renungkan, gak usah emosi, kalaupun kesindir ya dinikmati. Semoga Allah SWT membuka hati kita..

Empat tipe orang ini saya dapatkan dari tulisan salah satu guru kami yang sudah beberapa tahun ini giat untuk syiar dan mengajak orang-orang agar hijrah dari riba.

TIPE 1: LUDES BABAK BUNDAS
Tipe ini paling tragis dan menyedihkan, berdarah-darah kuadrat. Seolah-olah hidupnya memang dibuat mines dan ngenes oleh ALLAH. Sudah harta habis, usaha bangkrut, nama baik hancur, harga diri tergadai, keluarga tercerai berai, dihadiahi sakit atau keluarga yang sakit bertahun-tahun, bahkan ada yang kehilangan keluarga tersayang selama-lamanya.

Ada yang bisa bangkit lagi, memulai hidup benar-benar baru, namun ada juga yang menyerah, meninggal dengan meninggalkan utang berserakan.

TIPE 2: IMPAS TAK BERSISA
Tipe ini kehilangan semua hartanya, kemarin punya apa-apa, sekarang kembali modal badan sadja! Mereka tidak sampai mengalami sakit berkepanjangan, atau musibah beruntun. Harta memang tak lagi punya tapi ALLAH sisakan badan sehat yang mempercepat dia bangkit lagi. Itulah modal yang paling berharga sesungguhnya.

TIPE 3: UNTUNG TAPI SEMPAT LINGLUNG
Lho mainan riba untung? Ada yang begitu… Beberapa kasus mereka berutang dalam bentuk property, dan untungnya dari kenaikan harganya, bukan dari akad ribanya.

Kasus beli rumah KPR 500 juta, sudah nyicil 8 tahun, masih 7 tahun lagi lunas. Memilih menjual rumahnya, ternyata ada kenaikan harga pasar jadi laku 700 juta, setelah dijual dikurangi sisa utang masih sisa 150 juta. Utang lunas, dan masih dapat sisa uang walaupun harus ngontrak lagi.

Dari beberapa cerita yang saya tangkap orang-orang seperti ini memiliki amalan khusus kepada ALLAH. Kebaikannya lebih banyak dari keburukannya, sehingga ketika taubat dari riba dan bersungguh-sungguh meninggalkannya, ALLAH SWT berikan banyak kemudahan dan keajaiban.

Sempat linglung? Yess.. walaupun cicilan lancar tapi seperti ALLAH cabut ketenangan hatinya yang gak bisa dibohongi. Hidup dengan tagihan itu memang tidak nyaman. Ibadahpun jadi gak khusuk mikir cicilan..

TIPE 4: DIBIARKAN OLEH ALLAH, TAPI HARUS WASPADA
Anggota group “ngeyelers” ada disini, mereka tetap yakin mainan riba karena belum merasakan efeknya. Bisnisnya tetap tumbuh, usahanya tetep untung, makin berkembang dan terus buka cabang. Kalau dinasehati oleh kawan dia akan bikin fatwa sendiri, seolah-olah Quran dan Hadist harus direvisi sesuai keinginan dia.

“Buktinya bisnisku tetap melaju kok, aku makin kaya raya, uangku makin banyak, aku bisa banyak sedekah kemana-mana. Biarlah ini jadi urusanku dengan Tuhan saja, kalian gak usah ikut-ikutan!”

Orang tipe ini memang dikeraskan hatinya oleh ALLAH SWT sehingga tidak mudah menerima kebenaran walaupun dari agama yang katanya dia anut. Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam memberikan pesan pada orang-orang seperti ini:

“Apabila kamu melihat Allah memberikan kepada seorang hambaNya di dunia ini apa yang hamba itu suka atau inginkan, sedangkan hambaNya itu selalu berbuat kemaksiatan, maka itulah ISTIDRAJ“.

Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam membaca surah (Q.S. Al-An’am: 44- 45)
44. Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu (kesenangan) untuk mereka. Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami SIKSA MEREKA SECARA TIBA-TIBA, maka ketika itu mereka terdiam putus asa.
45. Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Dan segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.

*****

Sudah.. sudah.. tidak perlu tunjuk sana-sini, mending ambil kaca dan arahkan ke badan sendiri, lalu tanyakan dalam hati: Saya masuk tipe yang mana?

Kalau masih termasuk dari salah satu yang 4 tipe tadi, semoga masih ada waktu untuk menebusnya dan memperbaiki diri..

orang yang bermain dan kena debu riba

Bagikan